Saturday, December 31, 2011

Last Post in 2011--Last Day of The Year

Ohmeeeeeen.
This. Is. The. Last. Day. In. 2011.
This. Is. The. Last. Saturday. In. 2011.

I. CAN. NOT. BELIEVE. IT. (OR NOT)
Well. I. Realized. That. Typing. Like. This. Does. Not. Make. My. Point. Stronger. It. Makes. Me. Look. Like. My. Computer. Has. Asthma.

Okeeeeey enough for the stupid opening.

And. Here we gooooooo.


***


Share with me the secrets that you kept in, because it’s cold inside.
Yap. Mari kita membicarakan rahasia.

Aku punya rahasia. Kamu punya rahasia. Dia punya rahasia. Semua orang punya rahasia. Namun sebenarnya apa sih rahasia itu?

Nggak ada kalimat definisi yang mutlak dan berarti untuk kata rahasia. Yang jelas, setiap kata rahasia terucap atau terbaca atau terdengar, di pikiran gue selalu muncul bayangan gelap. Juga muncul perasaan sakit hati walaupun nggak selalu.

Aduh ini kenapa jadi ngalor ngidul. Maaf maaf.

Di tahun 2011 ini, bayak sekali rahasia terungkap, baik rahasia gue sendiri maupun rahasia orang lain. Dari rahasia terlucu, terkonyol, sampe rahasia tergelap, semua terkuak. Ada rahasia yang gue tau dengan tanpa sengaja. Ada rahasia yang gue tau dengan hanya sebuah pertanyaan yang seakan membuka keran mulut orang yang bersangkutan. Ada juga rahasia yang gue tau dengan maksa-maksa orang yang bersangkutan untuk ngasih tau.

Ada rahasia yang gue buka secara blak-blakan di depan orang yang bersangkutan.
Ada rahasia yang dipaksa terucap.
Ada rahasia yang dipaksa terungkap.
Ada rahasia yang memang sengaja gue bagi ke orang yang gue percaya (berbagi rahasia -_-).
Ada rahasia yang gue pikir beribu-ribu kali dulu sebelom gue ceritain.
Ada rahasia yang sangat gue jaga.
Ada rahasia orang di gue.
Ada rahasia yang sangat gue tutupi, namun pada akhirnya harus gue beritahukan ke orangnya.
Ada rahasia.
Ada banyak rahasia dalam hidup gue.
Ada banyak rahasia yang tercipta di tahun 2011.


Sering gue mikir, kenapa sih mesti ada rahasia? Terus tiba-tiba gue langsung keinget, nggak semua orang blak-blakan, Han. Bahkan sometimes orang yang blak-blakan pun punya banyak hal-hal yang berbau rahasia untuk disimpan rapat-rapat. Bahasa kerennya: introvert. Yah walaupun introvert artinya bukan kayak gitu, tapi secara nggak langsung orang seperti itu kayak gitu menurut gue. Nggak ngerti ya? Sama gue juga. Ya udah yuk lanjut.

Bahkan anak kecil pun punya rahasia. Sesuatu yang terpendam, yang kemudian mereka tuliskan di dalam buku harian mereka. Yah walaupun terus buku hariannya dibaca sama orangtua atau kakaknya, it’s still a secret. Mau udah kebuka kayak apaan, rahasia tetep rahasia. Rahasia umum, maksudnya.

Sering di 2011, gue ngerasa sedikit teriris ketika gue nanyatentang suatu hal, yang gue nggak tau kalo hal itu rahasia, dan dijawab, “Rahasia!” it’s lame me, you know. Ngebuat gue merasa dungu dan nggak tau apa-apa tentang orang itu. Dan juga annoying. Yah maksud gue, yaelah sampe sebegitunya amat. Walaupun sebenernya gue tau itu kata-kata yang amat biasa, tapi gue sering sebel banget ngedenger itu kata.

Apalagi kalo yang ngomong “Rahasia!” itu orang yang the one who i choose untuk menceritakan apapun rahasia gue. It’s irritating. Very hurts me.
Nah itu dia. Gue juga heran sama diri gue sendiri, nggak bisa apa ya gue nggak mencampuri urusan orang lain dan diam, nggak usah pecicilan mau tau banget. Apa sih emang pentingnya rahasia itu buat gue sampe gue tuh kepo banget? Padahal it’s not my business to get involved in. Sampe orang-orang yang gue kepo-in itu sebel banget sama gue karna keingintahuan gue yang sangat tidak biasa dan menjengkelkan. Wah tau darimana lo han ada yang sebel sama lo? Ya tau aja lah, walaupun yang ngomong itu ngomongnya di belakang, ya pokoknya gue tau. Malah gara-gara kepo itu gue sampe berantem-beranteman haha kocak asli. Penting banget ya emang masalahnya hahahahaha.

Hmm. Akhirnya. Di tahun 2011, gue mendapatkan another life lesson about peoples and secrets. Yaitu, nggak semua orang kayak gue, mau berbagi rahasia. Nggak semua orang suka berbagi rahasia ke gue. Nggak semua orang choose me as the believed one. Nggak semua orang suka mengumbar rahasia dengan gue. Dan orang yang gue percaya sekalipun, orang tempat gue bercerita rahasia gue, bisa memiliki banyak rahasia yang tidak gue ketahui dan satu rahasia yang dia nggak mau gue tau.

It’s life. This is life.


***


Cukup deh main sama rahasia. Mari kita mereview tahun ini.

Januari. Bulan ketujuh perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. D Januari 2011 ini gue nggak pernah ngepost setitik pun. Januari ini juga ada natalan. Persemian pengurus baru. Ngurusin Rohkris bareng Lukas-Sherly-Evan-Naomi-Peres-Thessa-JK-Cava.

Februari. Bulan kedelapan perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Februari banyak kenangan manis. Gue ikut KKRS. Terus lagi kangen-kangennya sama Fireblas7. Lagi sibuk sesibuk-sibuknya kelas XI. Lagi asik ngerjain buku tugas Pak Aryo yang similikiti banget.

Maret. Bulan kesembilan perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Bulan ini jalan-jalan ke UI, pertama kali naik bikun UI, pertama kali makan di KanTek, pertama kali ke kantin FE, ke FIB malem-malem terus ngobrol di candinya, ke gua tempat simulasi penelitian arkeologi, nungguin Kak Riri-Kak Fina-Kak Hanna kayak orang ego di halte, makan bakpau keju maknyus di kober, minum kopi enak di kober, foto di depan perpus teknik. Sibuk juga nyiapin buat AKSI 34 Starmotion dan menggabut. Tubuh juga merana banget gara-gara alergi dan pertama kalinya minum sekaleng susu beruang sampe abis gara-gara sugesti ‘kurang kalsium’. Waktu gue lagi kangen beuds sama jaman SMP. Maret ini gue juga lagi dalam dilemma antara dua hati dan keyakinan. Lagi galau-galaunya, dan lagi suka-sukanya ngedengerin lagu If I ain’t Got You nya Alicia Keys sama yang covered by Maroon 5.

April.
Bulan kesepuluh perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Ada AKSI 34 Starmotion dude, and it was surely awesome! Jadi panitia AKSI bagian dekor. Ikut showcase Rohkris (lagi). Tambah suka sama seseorang. Ujian nasional. April ini banyak remembering AKSI 33 yang “Maaf ya,” dengan tepukan di pundak dan “Kalo bisa gue anterin lo gue anterin pulang deh,” (kyaaaaaaa jadi nostalgia sendiri).

Mei. Bulan kesebelas perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Mei ini adalah Mei di mana gue lagi sayang banget sama P.O.O.P.S, sampe-sampe nge-post tentang kelas ini di blog dan di tumblr. Bulan di mana gue kembali aktif di Tumblr dan Plurk karena merasa kehilangan tempat bercerita yang sebenarnya, juga membuat sebuah blog rahasia khusus curhat nonstop tanpa edit sana sini. Lagi seneng-senengnya nontonin Donghaeng dan mendownload semua flashnya. Dikatain Dandy sebagai cewek galau of the year. Patah hati karena…. mengetahui sebuah kenyataan yang menyakitkan. Patah hati. Sering pingin nangis nggak jelas.

Juni. Bulan terakhir perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Bulan di mana eyang mulai neken gue untuk ngelanjutin sekolah di STAN. Di mana gue lagi sering-seringnya korslet ke diri sendiri dan ke keluarga sama ke Tuhan. Lagi banyak banget masalah di bulan ini. Bulan Juni ini juga daddy gue ulang tahun, dan kembali mengingat sebuah kenyataan yang menyakitkan. Lagi demen ngedengerin There Is None Like You karna liriknya menyentuh. Ngerayain ulang tahun Dhika di rumahnya, makan nasi kuning enak dengan lauk pauk yang enak sama bakso malang yang enak, truth or truth sama P.O.O.P.S, menyesali kenapa dulu gue nggak bersyukur punya kelas ini. Lagi ribet-ribetnya nyiapin drama Saksi ‘Toilet’ Bisu (#SaksiBisyul) dan latian di rumah Egrin sebelom ke rumah Dhika. Deg-degan UAS sama deg-degan nilai rapor.

Juli. Say hello to holiday and kelas XII! Berpisah dengan P.O.O.P.S dan menjadi sedih. Sering nyanyiin lagu Separated, sampe hafal liriknya. Terus Stela ulang tahun, terus dirayain dan rame. Ada eyang juga main ke rumah, wah bulan ini banyak senengnya boy. Terus ketemu Leviousa, what a wonderful! Menyiapkan diklat dan berpisah dengan pengurus. Bersedih-sedihan juga nih gara-gara ini. Pertama kali cuma ngeliatin dan ikut ibadah MOPD. Gini toh rasanya jadi kelas XII. Lagi icip-icip jurusan dan pelajaran mana yang bakal asyik. Lagi ‘separated’.

Agustus. Buka-bukaan rahasia di rumah Thessa. Awal dari segala kegalauan yang ribet di tahun ke duaribu sebelas ini. Awal dari segala nazar yang super anta. Awal dari patah hati dari segala patah hati. Di PHP in walaupun pelakunya nggak sadar lagi ber-PHP. Lagi bulan puasa, otomatis ada PETIR yang kocaknya bukan main. Keinget ada pertanyaan “Sebutkan nama lengkap ketua Rohkris periode 2009/2011!” daaaaaan ditujukan ke Thomas. Sumpah, itu pertanyaan yang sangat bedon. Bulan di mana anak-anak Rohkris pada nge-freakin about CAPAS dan segala Paskib di dunia smansa yang fana ini. Sering ngecengin Lukas-Sherly dan Cava-Yunita.

September. Bulan random segala random. Dikatain random, gila ini lagi malu-malunya abis insiden jerkass dan email random. Galauing month of the year lah. Lagi ribet karena seseorang yang menyebalkan dan sangat kepedean dalam menghadapi hidup dan orang lain. Lagi suka nyanyiin September dan mellow.

Oktober. Tanggal 28, di Hari Sumpah Pemuda, Rohkris MUBES huaaaaang *nangisdidepanlaptop* terus juga Cava jadi ketua selamanya versi 2011. Ayahnya Kak Kenneth meninggal. Sekali lagi kesel sama seseorang yang menyebalkan dan sangat kepedean dalam menghadapi hidup dan orang lain.

November. Ulang tahun mama dan akuuuuuu. Mengingat setahun yang lalu ada SISFAC dan langsung sedih, pingin dinyanyiin ulang tahun lagi sama group 8. Banyak berantem juga sama seseorang yang nyolot dan kepedean. Banyak sakit hatinya bulan ini. Dapet hadiah plus surat unyu dari Indrip dan surat unyu dari Ulfa. Uh soswit sekali mereka. Dinyanyiin selamat ulang tahun sama Rohkris pas Kubu Doa kelas XII. Nungguin ucapan selamat ulang tahun. Dan akhirnya diucapin jam 11 malam gila itu penantian yang sangat epic. Sedih, tapi seneng. Ironis sekali saudara.

Desember. Banyak kekecewaan terhadap sahabat. Baru sadar ini. Dan bulan ini natal. Natal yang bener-bener beda. Perbedaannya sempurna. Aih rasanya pingin nangis. Dan, tidak banyak kata untuk bulan ini.


Banyak hal yang nggak kesampean. Banyak hal yang belum tercapai. Bulan-bulan kemaren, tahun ini, gue banyak diproses melalui orang lain. Menyakitkan, tapi gue percaya itu adalah proses pendewasaan. Seperti kata Samuel Simorangkir, “Masa yang lalu merupakan proses pendewasaan, raih semua mimpi di tahun yang baru, dengan segala ucapan syukur” yap, gue makin kagum aja sama orang ini. Hahahahahaha.

Semangat malam tahun baru semuanya! Tetap selamat! Jangan pernah berhenti mencintaiku, terus bersyukur! Tanggal 1, harus ada resolusi setahun kedepannya! Go go go for Psikologi UI for meeeeh and whatever for you! Smile!




Having enthusiasm,


Hana


p.s. HAH ini adalah suatu bukti kalo gue udah bisa move on hahaha! #ganyambung

Monday, December 26, 2011

It's About Christmas

Tiba-tiba sangat tergerak untuk menulis.

***

First, I just wanna say HAPPY CHRISTMAS FOR EVERYONE!! I’m glad and happy to say it. Oh please please this is Christmas, dude.

Entah kenapa pingin banget nulis tentang lagu ini. Have you ever read the lyric of this song?

We Were (Are) The Reason

Verse 1
As little children we were dream of Christmas morn
And all the gifts and toys we knew we'd find
But we never realized, a baby born one blessed night
Gave us the greatest gift of our lives
Verse 2
As the years went by, we learned more above gifts
And giving of ourselves and what that means
In a dark and cloudy day a man hung crying in the rain
Because of love, because of love
chorus
We were the reason that He gave His life
We were the reason that He suffered and died
To a world that was lost He gave all He could give
To show us a reason to live

(Indonesian version)

Waktu kecil kita merindukan natal
Hadiah yang indah dan menawan
Namun tak menyadari Seorang Bayi telah lahir
Bawa kes'lamatan 'tuk manusia

Waktu pun berlalu dan kita pun tahu
Anug'rah yang besar dari Bapa
Yang relakan AnakNya disiksa dan disalibkan
Di bukit Kalvari kar'na kasih

Reff:
Karena kita Dia menderita
Karena kita Dia disalibkan
Agar dunia yang hilang
Diselamatkan dari hukuman kekal


Sooooo, what’s about this song? What’s wroooong?
Nope. There is nothing wrong.

Gue hanya ingin menceritakan bagaimana gue tersentuh oleh kalimat-kalimat di lagu ini yang dinyanyikan dengan sedemikian rupa.

Actually gue lebih suka English Versionnya. Why? Karena artinya lebih dalem.


As little children we were dream of Christmas morn
And all the gifts and toys we knew we'd find
But we never realized, a baby born one blessed night
Gave us the greatest gift of our live

Waktu kita masih kecil, kita selalu membayangkan pagi Natal, di mana hadiah bertebaran di bawah pohon Natal dan banyak mainan. Tapi kita nggak menyadari, kalo the real greatest gift itu datang dari seorang Anak Kecil yang lahir di Betlehem, dalam kain lampin dan terbaring di palungan dalam kandang domba. Dialah Yesus. Ia membawa keselamatan bagi umat manusia sebagai hadiah terbesar bagi manusia itu sendiri.


As the years went by, we learned more above gifts
And giving of ourselves and what that means
In a dark and cloudy day a man hung crying in the rain
Because of love, because of love

Waktu pun berlalu, dan kita pun tahu. Kita mengerti, kita belajar lebih banyak tentang memberi, dan juga belajar tentang memberi diri kita dan bagaimana kita mengartikannya. Memberi diri untuk hadiah, memberi diri untuk hal-hal dan orang-orang yang kita kasihi, atau bahasa halusnya, berkorban. Sama seperti Yesus yang memberi Diri-Nya disalib dengan satu alasan: love. Kasih. Cinta. Kasih-Nya kepada siapa? Kepada manusia.


We were the reason that He gave His life
We were the reason that He suffered and died
To a world that was lost He gave all He could give
To show us a reason to live

Kita adalah alasan mengapa Dia memberikan hidup-Nya. Karena kita Dia bersedia menderita dan menanggung semua dosa manusia, dosa-dosa yang tidak pernah Ia perbuat setitik pun. Kita adalah alasan mengapa Dia menderita, disiksa, disalibkan, dan akhirnya mati. Dia rela melakukan semuanya itu untuk dunia yang hilang. Dunia yang sudah penuh cemar. Karena kasih-Nya pada dunia, Ia memberikan semuanya yang bisa Ia berikan. Supaya dunia yang hilang bisa menerima janji keselamatan Bapa. Ia menunjukkan kepada manusia yang tadinya udah ga punya alasan untuk hidup, kalo kita masih punya a reason to live. Untuk menyenangkan hati Bapa. Untuk mengucap syukur atas janji keselamatan yang udah kita peroleh, bersamaan dengan matinya Yesus di kayu salib dan bangkitnya Ia pada hari yang ketiga.



***

Inilah Natal. Natal bukan tentang merayakan hari ulang tahun Yesus, tapi tentang bagaimana Yesus lahir ke dalam dunia, turun menjadi manusia supaya manusia menjadi manusia. Natal adalah tentang bagaimana keinginan Allah untuk berbagi, sehingga Ia menurunkan Anak-Nya yang tunggal. Mari, kita resapi kembali makna Natal yang sebenarnya. Kita belum merayakan Natal, selama kita belum mengalami Natal itu sendiri. It’s about giving ourselves sebagai persembahan yang hidup dan berkenan, sebagai ibadah yang sejati, sebagai ucapan syukur kita.



So, let Him in. Sudahkah Yesus lahir di dalam hatimu?





Terpesona kasih Tuhan,


Hana

Wednesday, December 14, 2011

A Big K

Terlalu banyak pertanyaan memang menghasilkan terlalu banyak jawaban yang mengecewakan.

Maka dari itu, bertanyalah seperlunya.

Jangan biarkan jawaban yang kau harapkan mengecewakanmu.

***

Kecewa adalah salah satu bentuk perasaan yang membuat kita tidak nyaman. Kecewa adalah ujung. Kenapa?

Lo nanya, jawabannya nggak sesuai dengan harapan lo, lo kecewa.
Lo laper, mau makan, makanannya nggak sesuai dengan keinginan lo, lo kecewa.
Lo makan di tempat mahal tapi makanannya nggak enak, lo kecewa.
Lo punya temen, tapi kemudian dia nggak bisa dipercaya, lo kecewa.
Lo belajar untuk ulangan, tapi hasilnya jelek, lo kecewa.
Lo lagi pingin Karuhun, tapi temen lo lagi nggak jualan Karuhun, lo kecewa.
Lo suka sama seseorang, tapi ternyata seseorang itu jahat, lo kecewa.
Lo beli buku yang bersampul menarik, isinya jelek, lo kecewa.
Lo ke perpus mau ngadem eh AC perpus lagi rusak, lo kecewa.
Lo ngedukung Indonesia ke GBK terus Indonesia kalah, lo kecewa.
Lo dateng ke konser tapi ternyata konsernya dibatalin, lo kecewa.

Banyak kan hal-hal yang bisa bikin lo ujung-ujungnya kecewa?


Gue pernah sekali. Waktu kelas 8, pacaran. Terus putus, yaudah terus kecewa. Belom, nggak sampe situ doang.

Waktu itu sekitar sebulanan, gue masih hts-an. Sms masih, pulang bareng juga masih walaupun nggak sering. Cerita-cerita sering. Bahkan waktu study tour, gue jalannya masih sama orang ini. Pokoknya masih deket.

Tapi beberapa hari kemudian gue melihat mantan gue ngobrol dengan seorang wanita. Dan gue mendengar sebuah kabar burung. Burung itu mengatakan kalo mantan gue ini udah pacaran sama seseorang yang lain.

Kira-kira begini percakapannya
G: Eh, X, Wanita sama Mantan deket banget ya kalo di kelas?
X: Hah? Oh iya. Lho, emangnya lo nggak tau? B aja tau.
G: Tau apaan? B? Kok dia nggak pernah cerita apa-apa ke gue?
X: Beneran?
G: Iyak. Apaan?
X: Wanita sama Mantan kan jadian. Lo beneran nggak tau? Semua orang juga tau kali mereka deket, eh sekarang pacaran.



Sumpah sakit banget. Ternyata selama ini semua orang tau, dan selama ini semua orang juga menutupi kejadian ini dari gue. Bahkan termasuk B yang notabene adalah sahabat gue sendiri. Setelah guekonfirmasi ke B apakah dia beneran udah tau apa gimana, dia bilang dia udah tau.


Padahal, B ini ngerti banget gimana gue masih sayang sama Mantan. Gimana gue selalu khawatir sama Mantan, kalo-kalo dia deket sama orang lain.


Dan kenyataan ini sakit banget. Gue kecewa.

Dan, you know what lah. Susah untuk percaya lagi ketika kita udah sekali dikecewakan.


Dan, sekali lagi dan, gue merasa sekali lagi kecewa dengan seseorang yang gue anggap sahabat.

Wednesday, November 30, 2011

How To Spell My Life? W-H-Y

Kenapa.

Sebuah kata yang nggak pernah bisa lepas dari pikiran gue.

Kenapa gue alergi debu?
Kenapa mama banyak tahi lalatnya?
Kenapa Deli pinter?
Kenapa SMA Negeri 1 Depok mesti di Jalan Nusantara?
Kenapa meja punya kaki?
Kenapa daun berklorofil?
Kenapa manusia nggak berklorofil?
Kenapa Shinichi sukanya sama Ran?
Kenapa ibu penjaga perpus selalu galak?
Kenapa ada renungan harian yang namanya Manna Sorgawi?
Kenapa Pak Kujang jadi guru KWN?
Kenapa cabe itu pedes, kenapa nggak manis?
Kenapa gue nggak bisa marah?
Kenapa gue harus ngalah?
Kenapa lo marah sama gue?

Terlalu banyak “kenapa” di kepala. Sampe miumet. Tapi, entah kenapa, “kenapa-kenapa” yang bikin gue mumet itu selalu muncul akhir-akhir ini. Kenapa “kenapa-kenapa” ini seneng banget temenan sama gue dan membuat gue bertanya-tanya. Kan. Kenapa lagi.

Tapi, ada beberapa pertanyaan yang menjadi hantu di sudut pikir gue, dan salah satu di antaranya adalah: kenapa lo marah sama gue?

Mungkin pertanyaannya sepele. Cuma empat kata gitu lho, apa susahnya sih? Nggak penting juga kayaknya. But somehow it made me mad. Hello, I’m here. Kenapa lo marah? Apa salah gue?

Unthinkable.

Ya gue tau, memang ada pertanyaan yang retoris, nggak memerlukan jawaban, bahkan nggak memiliki jawaban. Dan ada juga pertanyaan yang bahkan ketika kita tau jawabannya, jawaban itu out of logic. Nggak bisa dimengerti. Jawaban itu juga kadang nampar banget, kadang biasa banget. Ada jawaban yang membuat kita harus berpikir lebih dalam lagi lalu kemudian baru kita mendapat makna sebenarnya dari jawaban itu. Jawaban juga kadang membuat kita tersentuh.

Pertanyaan memang super. Kalo nggak ada pertanyaan, nggak mungkin ada jawaban kan? Haha pasti lo nggak ngerti maksud gue gimana. Yaudah si, masa lalu. *plak*

Banyak hal (atau jawaban) yang nggak bisa gue mengerti akhir-akhir ini. Hasil pertandingan Liga Smansa, hasil ulangan matematika Bu Siro, ulangan kimia, guru, dan kemarahan.

Kenapa akhir-akhir ini gue jadi cepet marah, padahal gue lagi nggak PMS?
Kenapa gue jadi marah sama Indah?
Kenapa gue kalo marah, gue malah nangis?
Kenapa ke-nggak-suka-an gue sama sesuatu bisa bikin gue marah?
Kenapa lo selalu marah sama gue?
Kenapa lo marah?

Gue nggak ngerti. Gue terlalu capek. Bahkan untuk menelaah pertanyaan gue kembali pun, gue nggak sanggup. Gue takut, gue akan tersesat di antara pertanyaan-pertanyaan gue itu. Gue takut kalo lama kelamaan, pertanyaan-pertanyaan dengan judul “kenapa” itu malah makin suka berteman sama gue, mempermainkan gue, dan akhirnya dia memeluk gue untuk selama-lamanya.

Gue cuma butuh jawaban jujur. Nggak peduli waktu gue nanya sama lo, pertanyaan itu akan penuh dengan air mata atau kebencian. Dan waktu lo jawab, gue akan sedih atau makin benci sama lo, gue juga nggak akan peduli. Kesedihan yang sekarang udah lebih cukup untuk gue bisa survive. Gue udah biasa sama yang namanya sedih.

Kenapa pertanyaan ini, pertanyaan kenapa-lo-marah, membuat gue menangis?

Sunday, November 27, 2011

Anticlimax Message

"blm di chat apa emangnya
kan di fb ada yang today's brithday gtu
masa sih dia nggak nge chat"


-Panca Hadi Wiratama-

Wednesday, November 23, 2011

Happy Birthday To Me

Today is Wednesday. Sooo? What’s wrong? What is today’s fault? NO! HAHAHAHA *maafrandom*

Today is November 23th 2011. Guess what! Today is my birthday iyeeeey.

Dan bodohnya, begitu bangun pagi dan menyadari kalo hari ini adalah tanggal 23 November, bukannya berdoa, gue malah staring at my reflection on the mirror dan mendapati muka bantal dengan mata berkantung. Setelah itu baru gue sadar kalo gue bercermin di kamar nyokap. Bukan di kamar sendiri. What a stupid. Terus nyokap bangun dan she give me a comfort hug. Terus pipis terus akhirnya SaTe dan ga bisa tidur lagi. Akhirnya ngerjain biografi Jusuf Kalla. Hahahaha.

Akhirnya sampailah ketika seisi rumah mencium-cium pipi gue dan menjabat-jabat tangan kecuali si Stela. Dia ga mau bilang selamat ulang tahun, karna ga ada balon dan kue. Nice, salah konsep banget adek gue.

Dateng ke sekolah, nyampe-nyampe di-cie-in sama Icharus sama Bimo. Ulfa dateng, tapi diem aja. Tau-tau di atas jaket gue ada surat hahahaha Ulfa udah kayak penggemar rahasia aja. Akhirnya gue keluar deh meluk Ulfa fufufu. Terus pergi nge-print sama Tasya, nyampe depan kelas dinyanyiin sama cewek-cewek Levi yang kece. Sebenernya sih mau nangis terharu, tapi karena banyak anak kelas XI dan X dan takut tambah eksis (yak silahkan muntah, saya sekarang jualan ember), akhirnya ga jadi nangis. Masuk kelas diselametin lagi sama cowok-cowok ganteng, dan akhirnya duduk dan menemukan sebuah kado!! Pertamanya gue ga tau itu dari siapa karena gue ga ngeliat ada identitas apapun, tapi Bang Kholid ngasih tau “Tadi gue liat ada suratnya” ooooooh ternyata dari Indrip. Huaaaaa terharu, beneran terharu. Sumpil. Terus yaudah, pokoknya gue niatnya no more galau, malu men udah 17 tahun udah kelas dua belas, bukannya mikirin UAS UN SNMPTN di depan mata malah mikirin yang lain.

Eh terus istirahat pertama ke kelasnya Indah niat mau minjem gitar, eh Indahnya ga ada, ga bawa gitar lagi. Lupa lagi gue ulang tahun hahaha. Yang ada malah diteriakin di XII IA 1 dipeluk-pelukin Pinkan. Nyuuuuu akhirnya ke XI IS 1 nemenin Christy ngambil kaos Rohkris jutaan tahun yang lalu dan nggak dibawa sama Cava. Akhirnya ke kelas, dinyanyiin lagi. Apa juga nyanyi. Terus pas istirahat ke dua Fahmi sama Azka nyanyi selamat ulang tahun ala Alam. Whaw, that’s good! Eh terus Indrip dateng, dan ternyata di dalem hadiahnya ada surat yang ada puisinya. Terharu meeeeeeeeeeeen terharu hiks. Akhirnya sepanjang hari itu surat itu gue pegangin gue kantongin, gue pamer-pamerin ke semua orang yang gue kenal hahaha. That letter was so epic, you know. Terus Kubu Doa, terus diselametin lagi. Lama-lama gue tumpengan deh, selametan. *apaansihhanjayus* *dilemparintomat*



Banyak hal yang gue bisa ambil hikmahnya hari ini. Bukan, bukan Hikmah Haula.

Gue belajar untuk menyadari bahwa ga semua orang itu mampu mengucapkan selamat ulang tahun. Gue mengerti bahwa akan selalu ada saat dalam hidup kita, di mana kita sangat menginginkan sesuatu untuk terjadi atau ada, tapi ternyata belum Tuhan ijinkan.

Ada sesuatu yang kosong. It’s empty.


Orang itu ga ngucapin selamat ulang tahun. Dan gue mendengar banyak quote tentang itu, seperti yang sedikit gue inget di bawah ini.

“Tahun kemaren Joget ngucapin ga? Nggak kan? Nah, harusnya sekarang lo udah siap kalo ngalamin hal kayak gitu lagi” -Deliana Ramdaniawati-

“Masih nungguin, Na? Udahlah jangan sedih lo kan ulang tahun!” -Anisa Yulianti-

“Masa sih? Tadi pas gue lewat dia ngeliatin lo excited gitu, kayaknya mau ngucapin, eh ternyata engga ya?” -Panca Hadi Wiratama-

“Kalo jadi lo, gue sih bodo amat” -Indah Kusumawati Susanti-

Sampai tulisan ini diketik pun (21:08) orang itu tidak terlihat dan terdengar. Ya udahlah yaa.

Hari ini eyang ke rumah! Ah aku senang walaupun ketemunya pas nganterin mereka pulang. Aku sayang eyaaaaaaang. Sayang Mbak Tuti Omed sayang mama sayang semi stela sayang levi sayang poops sayang fireblas7 sayang smansa. Oh iya, by the way, berhubung gue males ngetik, akan gue tampilkan beberapa foto dari surat-surat unyu itu.


Terima kasih banget Tuhan untuk semuanya. Terima kasih Tuhan, udah dikasih kesempatan untuk hidup selama tujuh belas tahun dengan penuh penyertaan Tuhan. Atas Mama dan keluarga, atas Rohkris, atas sahabat dan teman, atas waktu, atas nafas, atas kesempatan. Terima kasih, Tuhan Yesus. Aku sayaaaaaaaang banget sama Tuhan.


At least, happy birthday, self!

Lesson learned,



Hana



surat dari indrip



surat-surat unyu dari ulfa dan indrip


me, with small different between 16 yo and 17 yo. still with small eyes :3

Saturday, November 5, 2011

눈물이 난다 (Tears are Falling) - Lee SangGon

---------------KOREAN---------------
참 힘든일이지 한 걸음 뒤에서
너를 바라보는 건 이렇게도
내 눈물때문에 그리움때문에 흐려져가는 너를
처음 그때로 되돌릴 순 없는지 이름조차 모르게

조금만 더 이대로 바라보기만 할께
지금 난 너밖에 보이질 않는데
오늘까지만 너를 그저 바라만보다
내일은 널 잊겠다고 다짐한다

지우려 했지만 얼룩진 추억들 번져만 갈뿐이야
처음 그 때로 되돌릴 순 없는지 이름조차 모르게

조금만 더 이대로 바라보기만 할께
지금 난 너밖에 보이질 않는데
오늘까지만 너를 그저 바라만 보다
내일은 널 잊겠다고 다짐한다

견뎌낼수는 있을지 알 수 없지만 나 떠날 수 밖에

사랑해 널 사랑해 한번도 못했던 말
속으로 삼킨채 지워야 하겠지
그렇게 또 그렇게 너없이 살아가도
언제나 내 가슴안에 너 있을 뿐


---------------TRANSLATION---------------
it's a really hard job,
staying one step behind you and looking at you, even like this
because of my tears, beause of my longings, the blurring you..
if we can go back to that first time, or even your name.. i dont know

i'll look at you like this just a little bit more
now, i can't see anything but you
until today, i'll just look at you
and tomorrow, i make a promise to forget you

i tried to erase you, but the speckled memories are just smearing
if we can go back to that first time, of even your name.. i don't know

i'll look at you like this just a little bit more
now, i can't see anything but you
until today, i'll just look at you
and tomorrow, i make a promise to forget you

i don't know if i can bear it
but all i can do is leave

i love you, i love you.. the words that i haven't been able to say
i've just swallowed it and now i'll have to erase them
like this, again like this, even though i have to live without you
you're the only one inside my heart, always


---------------ROMANIZATION---------------

cham himdeun-il-iji han geol-eum dwieseo
neoleul balaboneun geon ileohgedo
nae nunmulttaemun-e geuliumttaemun-e heulyeojyeoganeun neoleul
cheoeum geuttaelo doedollil sun eobsneunji ileumjocha moleuge

jogeumman deo idaelo balabogiman halkke
jigeum nan neobakk-e boijil anhneunde
oneulkkajiman neoleul geujeo balamanboda
naeil-eun neol ijgessdago dajimhanda

jiulyeo haessjiman eollugjin chueogdeul beonjyeoman galppun-iya
cheoeum geu ttaelo doedollil sun eobsneunji ileumjocha moleuge

jogeumman deo idaelo
balabogiman halkke
jigeum nan neobakk-e boijil anhneunde
oneulkkajiman neoleul geujeo balaman boda
naeil-eun neol ijgessdago dajimhanda

gyeondyeonaelsuneun iss-eulji al su eobsjiman na tteonal su bakk-e

salanghae neol salanghae hanbeondo moshaessdeon mal
sog-eulo samkinchae jiwoya hagessji
geuleohge tto geuleohge neoeobs-i sal-agado
eonjena nae gaseum-an-e neo iss-eul ppun

어떡하죠 (What To Do) - JiSun

---------------KOREAN---------------
그댄 너무 당연한듯
오늘 내게 안부를 묻네요

난 그저 잘지낸다했죠
그댄 정말 날 너무 모르죠

그대 없이도 내가 괜찮을 것 같나요
그대는 나 없이 괜찮나요

당신없는 세상이 너무도 힘들어서
숨쉬는 날을 원망했죠

어떡하죠 아직도 난
그대 한마디에 부셔지는
하루를 살아요
그대 내게 말해봐요

이러는게 나뿐인지
그대도 나처럼 하루가 아프고 또 아픈지
말해봐요

그대와 난 이미 너무 늦었나요 우린
다시 기회는없나요

아직 그대 생각해요
그댄 아마 알지도 모르죠

결국 이런건가요 이렇게 끝인가요
그대는 이대로 괜찮나요

난 안될 것 같은데
그대같은 사랑을 죽어도 내겐 없을텐데

어떡하죠 내마음은
그대 아니면 누구도 안아줄수 없을텐데
제발 나를 잡아줘요
알잖아요 나란 사람 아무리 애써도
그대를 지울수가 없단걸
제발 나를 잡아줘요

어떡하죠 아직도 난
그대 한마디에 부서지는 하루를 살아요
그대 내게 말해봐요

이러는게 나뿐인지
그대도 나처럼 하루가 아픈고 또 아픈지
말해봐요

그대와 난 이미 너무 늦었나요
우리 다시 기회는 없나요

아직 그대를 생각해요
그댄 아마 알지도 모르죠


---------------TRANSLATION---------------
today you ask me about my welfare as if it's so normal
i just said that i was okay
you really don't know me at all

without you, do you really think i'd be okay?
are you okay without me?
because the world without you is so hard
i resent myself who's breathing

what do i do?
still, i live in the day that breaks apart at your one word
tell me..
is being like this, being mean
is your day painful and painful like mine
tell me..

you and me, are we already too late
do we not have another chance
still, i think of you
you probably don't even know

ultimately, is it like this? is this the end?
are you okay like this?
i don't think i'll be okay
a love like you, i won't have again even if i die

what do i do?
my heart can't embrace anyone but you
please, hold me
you know that a person like me, no matter how hard i try can't erase you
please, hole me

what do i do?
still, i live in the day that breaks apart at your one word
tell me..
is being like this, being mean
is your day painful and painful like mine
tell me..

you and me, are we already too late
do we not have another chance
still, i think of you
you probably don't even know


---------------ROMANIZATION---------------
geuden nuhmoo dangyun handeut
oneul negeh anbooleul mootneyo
nan geujuh jaljinenda hetjyo
geuden jungmal nal nuhmoo moleujyo

geudeh ubshido nega gwenchaneul gut gatnayo
geudehneun na ubshi gwenchannayo
dangshin ubneun sesangi nuhmoo himdeuluhsuh
sooswhineun naleul wonmang hetjyo

uhddukhajyo ajikdo nan
geudeh hanmadi eh booshyuh jineun
haruleul sarayo
geudeh negeh malheh bwayo
iluhneun geh nabbooninji
geudehdo na chulum garuga apeugo ddo apeunji
malheh bwayo

geudehwa nan imi nuhmoo neujutnayo oorin
dashi gihwehneun ubnayo
ajik geudeh senggak heyo
geuden ama aljido moleujyo

gyulgook ilun gun gayo. iluhkeh ggeutchin gayo
geudeneun idelo gwenchannayo
nan andwel gut gateundeh
geudeh gateun sarangeul jookuhdo nehgen ubseul tendeh

uhddukhajyo neh maeum eun
geudeh animyun noogoodo ana joolsoo ubseul tendeh
jebal naleul jaba jwuh yo
aljanayo naran saram amooli ehssuhdo
geudehleul ji oolsooga ubdan gul
jebal naleul jaba jwuh yo

uhddukhajyo ajikdo nan
geudeh hanmadi eh booshyuh jineun
haruleul sarayo
geudeh negeh malheh bwayo
iluhneun geh nabbooninji
geudehdo na chulum garuga apeugo ddo apeunji
malheh bwayo

geudehwa nan imi nuhmoo neujutnayo oorin
dashi gihwehneun ubnayo
ajik geudeh senggak heyo
geuden ama aljido moleujyo

Kentang dan Kejahatan

(Taken from Jehezkiel Sandi's note)


***


A: "Jika Tuhan tidak menghendaki kentang ini ada, maka tidak pernah adalah ia."



B: "Jadi sesuatu ada karena dikehendaki Tuhan?"




A: "Benar."




B: "Bagaimana dengan kejahatan? Tuhan menghendakinya juga?"




A: "Mohon kembali ke masalah kentang, karena Anda mulai OOT."




B: "OOT?"




A: "Out Of Topic, keluar dari topik, menurut istilah yang populer di forum-forum internet."




B: "Jelas yang menciptakan istilah itu tidak bisa berbahasa Inggris."




A: "Kenapa?"




B: "Out-Of-Topic itu artinya 'kehabisan-topik', bukan 'keluar-dari-topik'"




A: "Bahasa kan bukan tergantung pada bahasa, melainkan pada pemakainya. Bisa kita kembali ke kentang? Aku bisa menjelaskan pertanyaanmu tadi dengan memakai kentang juga."




B: "Coba."




A: "Tuhan menghendaki kentang itu ada. Kentang itu memiliki bermacam-macam potensi kegunaan. Sebagai makanan, ia bisa direbus, digoreng, ditumis, dan sebagainya. Nah, Tuhan menciptakannya penuh potensi seperti itu, yang membutuhkan pihak kedua untuk mencapai potensi itu. Maksudnya, ayolah, Tuhan tidak mennggoreng kentang di Sorga sana, lalu mengirimkannya ke Bumi setiap ada manusia yang ingin makan kentang goreng. Dia juga tidak menciptakan tanaman kentang goreng. Jadi, kentang ada karena Tuhan menghendaki itu ada, dan di sisi yang sama, tergantung pihak kedua untuk mengolahnya menjadi apa."




B: "Boleh juga, tapi aku belum melihat ada hubungannya dengan kejahatan."




A: "Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Tuhan menciptakan manusia, yang penuh potensi karakter maupun keahlian. Butuh manusia itu sendiri untuk memutuskan apa potensi yang akan dikembangkannya. Kejahatan ada bukan karena Tuhan menciptakannya, melainkan karena pihak manusia yang memilihnya untuk ada. Seperti kentang tadi lho."




B: "Ooh. Ya, bisa diterima. Tapi masih belum menjelaskan kenapa Tuhan menciptakan penyakit. Kuman, virus, dan bakteri kan makhluk hidup, jadi pasti itu ciptaan Tuhan juga.




A: "Penyakit kan bukan kejahatan?"




B: "Iya, tapi itu buruk. Kenapa Tuhan menciptakan yang buruk-buruk?"




A: "Lihat dari sudut pandang siapa?"




B: "Dari sudut pandang kita dooonk! Manusia!"




A: "Bukan manusia yang harus terutama dan diutamakan kan? Coba lihat dari sudut pandang Tuhan."




B: "Apa sudut pandang Tuhan?"




A: "Penyakit adalah alat untuk menguji. Seorang guru bisa tersenyum pada tumpukan soal ujian mendadak yang dibuatnya, tapi murid-muridnya jelas tidak akan tersenyum. Bukankah banyak iman nabi-nabi yang diuji dengan memberi penyakit pada tubuhnya? Bukankah penyakit itu juga menguji iman dan kepedulian orang-orang di sekeliling kita? Tuhan membentuk manusia bukan untuk jadi cengeng, cuma bisa bersyukur saat semua baik-baik saja. Tuhan membentuk manusia untuk menjadi pribadi yang baik dan kuat, layak untuk Sorga-Nya, pantas untuk dibanggakan-Nya."




B: "Hmm.. Entahlah, kau pandai sekali berkata-kata. Akan kupikirkan beberapa hal."




A: "Oke. Habiskan kentang gorengnya. Aku sudah kenyang."




***

Wednesday, October 19, 2011

There Are Orientation And Complication

Then, “it” comes and hits me.


Sebelumnya, saya mau cerita.
Dan sampai seterusnya saya akan bercerita.

***

Saya sekarang udah kelas XII (baca: duabelas) lhooo sekarang saya di IPA 5. Bareng Alam. Bareng Adrian (ketua kelas!). Bareng Yuli. Bareng Ichadut. Bareng Bimo. Bareng Christy. Bareng Icharus. Bareng Deli. Bareng Dessy. Bareng Dhiyan. Bareng Emi. Bareng Hagi. Bareng Ezzy. Bareng Nita. Bareng Karin. Bareng Kholid. Bareng Mimet. Bareng Fahmi. Bareng Tasya. Bareng Azka. Bareng Dodo. Bareng Panca. Bareng Dibo. Bareng Pui. Bareng Rika. Bareng Aldi. Bareng Nanda. Bareng Syarief. Bareng Thessa. Bareng Ulfa. Bareng Uut.

Mungkin anda bertanya, siapa itu Bareng? Apa Bareng itu nama julukan? Ataukah Bareng itu nama yang wajib disisipkan di setiap nama siswa di kelas ini? Tapi, jawabannya bukan! Anda mungkin terlalu lemot seperti Thessa *
upss* bareng adalah bersama. Bareng adalah sinonim dari kata bersama. Masih ga ngerti? Silahkan ganti prosesor otak anda.


Oke maaf random -_-V


Seneng lho gue di kelas ini. Seneeeeeeeeeeeng banget. Dari awal udah rame, pokoknya awalnya udah baik lah, ya gue mikirnya ya langsung ngebandingin sama P.O.O.P.S (tapi P.O.O.P.S tetap ga akan terganti kok). Ya iyalah pasti. Mana anak ipa satu kan disini berenam kalo ga salah. Anak fireblas7nya ada ulfa juga (
my chairmate). Yaudaaaaaaaaah surga itu sih. Tapi, ternyata jalan yang awalnya beraspal pun ternyata memiliki lubang juga.


Sumpil, kesan pertama gue sama kelas ini adalah
BAHAGIA. Ga boong. Yah walaupun anaknya ga kalah pinter sama anak ipa satu dulu, gue tetep aja seneng. Sedikit perasaan kehilangan ipa satu pun agak terhapuskan. Yah walaupun gue tetep masih main sama anak ipa satu. Menjalin tali silaturahmi *alibi*

Waktu itu aja pas ifthor , kelas ipa lima yang belum bernama ini, semuanya dateng kecuali satu orang yang memang ga bisa dateng karena ada acara lain juga. Dan dari situlah nama Leviousa terbentuk, dari yang namanya Kalium lah apa lah yang ngaco. Pokoknya intinya gue senang riang hari yang kunantikan jumpa lagi kawanku semua.


Baik,
orientation nya sudah. Sekarang, complication.


Setelah menjalani beberapa bulan, gue mulai merasakan sedikit “muka dua” di sini.
Malah, makin hari, makin banyak. Kenapa?


Ada yang berkubu. Ada yang sangat
freak belajar (emang harusnya tahun akhir belajar Haaan). Ada yang maunya main mulu (baca: hana). Ada yang maunya les mulu. Ada yang maunya futsal mulu. Ada yang maunya les. Ada yang maunya nyanyi. Ada yang maunya main sama kelas sebelas yang dulu.



Soal yang terakhir, memang di kelas gue yang sekarang, mayoritas putrinya itu berasal dari satu kelas. Mendadak gue ngerasain jadi Pui, yang waktu dulu dia omongin waktu
sharing session di rumah Dhika. Ada anak yang kayak gue waktu kelas sebelas: terlalu mencintai kelas lamanya. Membandingkan kelas baru dengan kelas lama pun ga bisa dihindari.

Gue akuin, gue merasa agak risih. Maaf yaaaaa. Maaf banget nih. Sekarang ini gue bener-bener ngerasain apa yang Pui waktu itu rasain. Tapi Pui mending, yang begitu tabiatnya cuma gue seorang. Gue? Beberapa. Mungkin kalian yang ngerasa bilangnya, “Ah itu mah lo nya aja kan Na yang iri, dengki. Kita sih kompak, yaudah kompak aja.”
Well meeeen gue ga iri. Sama sekali nggak. Gue bersyukur punya sebelas ipa satu. Kalo boleh jujur ya GUE MASIH SANGAT MENGINGINKAN KELAS DUA BELAS INI KELASNYA GA DIACAK LAGI. GUE MAUNYA SAMA SEBELAS IPA SATU. SAMA KELAS YANG KOMPAKNYA DI AKHIR INI. SAMA KELAS YANG NGANGENIN. SAMA KELAS YANG, hah. Lama-lama ini berubah jadi teriakan, bukan postingan.

Oke. Jadi sekali lagi maaf banget. Tapi sih gue rasa ga akan ada yang baca nih.


Mau juga ceritain yang berkubu.

Di sini, ya udah pastilah yang dari kelas sama ya pasti mainnya bareng mulu, udah kodrat. Soalnya gue pas pertama-tama juga main di kelas sama sebelas ipa satu mulu. Yang dari satu ekskul sama yang pernah sekelas juga. Pokoknya begitu deh. Naaaah, di sinilah pointnya. Ada anak yang terlalu kerasan, terlalu, apa ya namanya? Pokoknya kalo jaman sekarang dibilangnya “berkubu”. Yang cowok main sama cowok, yang cewek main sama cewek. Yah memang ada beberapa yang mainnya udah nyampur. Tapi MEN tetep aja kerasa. Nah masalahnya si yang berkubu ini kayaknya ga nyadar apa nyadar tapi pura-pura ga sadar apa gimana gue juga ga ngerti. Dan kayaknya ini kebiasaannya dari dulu. Mereka main ber... *
ngitung* berlima mulu *cmiiw*. Yah maksudnya ga berlima diiket terus kemana-mana berlima. Maksudnya, mereka kayak ga mau ngebaur sama yang lain. Out of the stream and make another stream. Melawan arus. Maksud gue kalo memang yang dominan yang dari kelas itu, ya mbok ikutin dulu aja, jangan merasa sok tinggi dan akhirnya jadi ga mau main, ga mau deket. Kita nih disatuin di kelas ini, di taun terakhir kita di smansa, kan bukan buat diem-dieman. Bukan maksud gue nyela cara kalian berteman. Gue cuma mau ngingetin. Woy di kelas ini kan lo ga cuma berlima. Kita ber-tiga-puluh-dua. Ngerti ga sih, gimana usaha pak ketua kelas untuk berubah, demi merubah kelas kita ini. Sadar ga? Temen gue, dan gue, nyadar banget kalo memang ada perubahan yang signifikan di dalam diri ketua kelas ini. Kalian sadar ga?


Buat yang cuma mengkritik, dengan nge-
posting di group kalo kelas kita ga ada kemajuan, perbuatlah sesuatu. Mungkin sekarang belom kelihatan hasilnya. Jangan cuma bergumam-gumam ga jelas dan akhirnya di salah tafsirkan sama yang lain. Yang ngerasa gitu ga cuma lo doang kok. Banyak. Bahkan mungkin lebih banyak dari yang lo tau.



Karena semua ini berujung pada keinginan di mana semuanya ingin Leviousa menjadi kelas yang kompak luar dalam, bukan hanya kompak ketika dilihat orang, atau bukan hanya pura-pura kompak. Gue sayang kalian Levi. Kalian sekarang bagian dari hidup gue. Tolong jangan jadikan kelas dua belas kita semakin suram. Ayo. Plis. Kita pasti bisa kok ngelewatin semuanya. Gue tau kalian bisa. Kita bisa.


Cerita ini belum ada
resolutionnya. Belum. Suatu saat pasti AKAN ada. Dan happy ending. Gue yakin itu. Mari kita berjuang bersama-sama, Levi! :)


*ditabokinsekelas* *masukrumahsakit* *komaempattahun* *kiamat*

Wednesday, September 28, 2011

Con-vers-ation

Pencil: I'm sorry
Eraser: For what? You didn't do anything wrong.
Pencil: I'm sorry cos you get hurt bcos of me. Whenever I made a mistake, you're always there to erase it. But as you make my mistakes vanish, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller each time.
Eraser: That's true. But I don't really mind. You see, I was made to do this. I was made to help you whenever you do something wrong. Even though one day, I know I'll be gone and you'll replace me with a new one, I'm actually happy with my job. So please, stop worrying. I hate seeing you sad. :)


I found this conversation between the pencil and the eraser very inspirational. Parents are like the eraser whereas their children are the pencil. They're always there for their children, cleaning up their mistakes. Sometimes along the way... they get hurt, and become smaller (older, and eventually pass on).

Though their children will eventually find someone new (spouse), but parents are still happy with what they do for their children, and will always hate seeing their precious ones worrying, or sad.

"All my life, I've been the pencil.. And it pains me to see the eraser that is my parents getting smaller and smaller each day.

For I know that one day, all that I'm left with would be eraser shavings and memories of what I used to have..."


This is to all the parents out there.

Monday, September 26, 2011

It Has To Be You by Yesung

오늘도 내 기억을 따라헤매다
이 길 끝에서 서성이는 나
다신 볼 수도 없는 니가 나를 붙잡아
나는 또 이 길을 묻는다

널 보고 싶다고
또 안고 싶다고
저 하늘보며 기도하는 날

니가 아니면 안돼
너 없인 난 안돼
나 이렇게 하루 한달을 또 일년을
나 아파도 좋아
내 맘 다쳐도 좋아 난
그래 난 너 하나만 사랑하니까

나 두 번 다시는
보 낼 수 없다고
나 너를 잊고 살순 없다고

니가 아니면 안돼
너 없인 난 안돼
나 이렇게 하루 한달을 또 일년을
나 아파도 좋아
내 맘 다쳐도 좋아 난
그 래 난 너 하나만 사랑하니까

내 멍든 가슴이
널 찾아오라고
소 리쳐 부른다

넌 어딨는거니
나의 목소리 들리지 않니
나 에게는

나 다시 살아도
몇 번을 태어나도
하루도 니가 없이 살 수 없는 나
내가 지켜줄 사람
내가 사랑할 사람 난
그래 난 너 하나면 충분하니까
너 하나만 사랑하니까

[Romanization]

oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
i gil kkeuteseo seoseongineun na
dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
naneun tto i gireul mutneunda

neol bogo sipdago
tto ango sipdago
jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka

na du beon dasineun
bonael su eopdago
na neoreul itgo salsun eopdago

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka

nae meongdeun gaseumi
neol chajaorago
sorichyeo bureunda

neon eodinneungeoni
naui moksori deulliji annni
naegeneun

na dasi sarado
myeot beoneul taeeonado
harudo niga eobsi sal su eomneun na
naega jikyeojul saram
naega saranghal saram nan
geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka
neo hanaman saranghanikka

cr : Korean and Romanization shared by luv@soompi

[Translation]

Today, i wander in my memory
I’m pasing around on the end of this way
You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again

I’m praying to the sky i want see you and hold you more
that i want to see you and hold you more

It can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you

i cannot send you away one more time
i can’t live without you

it can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you

my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can’t you hear my voice?
to me…

if i live my life again
if i’m born over and over again
i can’t live without you for a day
You’re the one i will keep
you’re the one i will love
i’m…yes because i’m happy enough if i could be with you

cr : English translation thanks to: aeezee@klaud.org ; tutor@s-u-j-u.net; LaCrymaMosa



***


pingin nyanyi ini ke orang itu. tapi pacar pun nggak, apalagi mantan. i'm just a person who wants to be with him. lagi-lagi galau -____-

Saturday, September 17, 2011

Here I Am - True Worshippers Youth

Here I am worshiping with my soul
And my heart rejoices in You
'Cause You are my God, my shelter
The tower of strength all my days

All the things I can do
It's all because of You
There's none of me, it's all of You
So here I am worshiping You

You are my God, You are my light
Shine on me bright, so I can see Your way
Teach me oh God
To rest myself in You
Lead me on, 'till I find my way home to You

Wednesday, August 24, 2011

Akal Sehat - Adaband

Intro : E A B E

E F# B A
Dulu kumencintaimu terasa bahagia
G# C#m B
Namun kau hilang tanpa jejak
F# B
Membuat bertanya apa salah diriku

E F# A
Hapus memori itu
F# B A
Tak semudah dibayangkan
G#m C#m B
Bagai hantu di siang malam
F#
Menyerang batinku
A E F# E B
Bayang dirimu begitu merasuk kalbu

E A F#
Akal sehatku berhenti
B G# C#m
Kala menatap indah matamu
F# A B E
Hingga melumpuhkan jiwa
A G# F# G# C#m B
Kau mencuri perhatian dan sayangku
F# B E
Takkan lagi kupungkiri semua

Saat kucoba tegar hadirmu kembali
Ada dera di sekujur tubuh
Lelahku berpikir sakitku melihatmu

Bawa sejuta maaf gencar dari hati
Letakkan janji sekali lagi
Di atas segalanya
Akankah ini hanya pelarian tanpa ujung

Interlude : E B E B
E A F# G# C#m B F# B

B E
Aku memang cinta padamu

Tuesday, August 23, 2011

Kisah Seorang Anak Kecil yang Dahsyat (Reblogged From Ernest)

(Taken from Ernest's blog)

Cerita di bawah ini mengingatkan kita untuk semakin dan mencintai lebih dalam kepada Tuhan.

Diambil dari cerita nyata..

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?"

"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."

"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"

"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku."

Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi Pendeta tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.

Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan....??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.

Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .

"Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku….."

"Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!"

Andy begitu terkejut,"Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya.."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

"Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!"

Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata datang dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,"Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?"

Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,"Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?"

"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Ucap ibu Andy terisak.

"Apa katanya?"

Ayah Andy berkata,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.

"Apa yang dikatakan?"

"Dia berkata kepada putraku.." Ujar sang Ayah. "Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,"Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa... kecuali dengan Tuhan."