Saturday, March 26, 2011

Wonderful Thursday

Hello spada kulunuwun! Se-se-sekarang s-s-sa-saya m-m-m-ma-u b-b-be-be-ber-ce-cerita t-t-te-ten-tang j-j-ja-jalan k-k-ke ui ke-ke-ke-kemaren.

Maaf, itu tadi saya lagi gemeteran meriang.

Jadi, tersebutlah suatu hari seorang ketua ROHKRIS yang mendapat ranking 3 paralel bernama Lukas Bimbang Bonar Nainggolan, mengikuti sebuah lomba yang berbau ekonomi dan mendapatkan juara pertama. Tentu saja sang juara pun mendapatkan limpahan uang dari lomba tersebut secara tiba-tiba. Dan, dengan kedermawanannya ia berbaik hati untuk mentraktir kita-kita (baca: anak ROHKRIS) yang gembel dan nista ini makan-makan.

Wednesday, March 9, 2011

Confused Song

If I Ain’t Got You – Alicia Keys

Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power, yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what's within
And I've been there before
But that life's a bore
So full of the superficial

[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you
, Yeah

Some people search for a fountain
That promises forever young
Some people need three dozen roses
And that's the only way to prove you love them
Hand me the world on a silver platter
And what good would it be
With no one to share
With no one who truly cares for me

[Chorus:]
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, you, you
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, yeah

[Outro:]
If I ain't got you with me baby
So nothing in this whole wide world don't mean a thing
If I ain't got you with me baby

Sunday, March 6, 2011

My Stained White Board

Di kelasku ada dua buah papan tulis white board. Dan di papan tulis sebelah kanan, ada sebuah noda. Noda itu tercipta karena sebuah spidol marker.

Suatu hari Dara menuliskan hasil pekerjaan Fisikanya di papan tulis. Namun ia tidak sadar, bahwa spidol yang ia gunakan bukanlah sebuah spidol remanen. Ya, ia menggunakan sebuah spidol permanen dan tulisan-tulisan itu menjadi tidak bisa dihapus. Karena mengganggu, kami pun berusaha untuk menghilangkannya. Lalu kami mencoba menimpa tulisan permanen itu dengan spidol bord marker. Akhirnya papan tulis itu bersih walaupun tersisa sedikit noda diatasnya.

Tentu kalian bisa membayangkan seperti apa noda itu. Ya, seperti noda yang tidak bisa dihilangkan itu, orang itu juga tidak bisa kuhapus dari hatiku. Papan tulis itu bak hatiku, dan akulah penulisnya. Suatu hari dengan sengaja dan sadari, aku telah menorehkan nama orang itu beserta embel-embelnya di sana. Namun yang tidak aku sangka dan perhatikan adalah bahwa spidol itu permanen sehingga tidak bisa dihapus. Karena mengganggu, maka aku pun mencoba untuk menghapusnya dengan spidol remanen, dan seperti spidol remanen itulah sosok DM dan Kuda. Mereka berhasil menghilangkan dan menghapus orang itu. Tapi saat aku menghapus mereka dari hatiku, tetapi tersisa satu noda samar yang tidak akan pernah bisa hilang.

Jujur sejujur-jujurnya, orang itu seperti sudah terpatri sempurna dalam ingatanku. Menimbulkan bekas, dan... tidak akan pernah bisa dihilangkan. Seperti prasasti yang terbuat dari semen, jika kau mau menulisinya kembali, maka kau harus meleburnya kembali sampai menjadi seperti semen, dan tulisan yang dulu ada akan hilang tak berbekas. Tuangkan ke dalam cetakan, maka seloyang adonan semen pun siap untuk ditulis kembali untuk menjadi sebuah prasasti yang baru.

Aku ingin sekali meremukkannya dan meleburnya. Namun, hati yang sekarang tidak akan pernah sama seperti dulu lagi. Kasih yang sama, cinta yang sama, memori kebersamaan yang indah, semuanya kan hilang begitu saja. Apakah untuk menghilangkan seseorang dari hidup kita, kita harus mengulang hidup ini dari awal? Menghilangkan memori-memori berharga lainnya? Sungguh kejam.

Maka, dari sinilah kegalauan seorang ababil kembali dimulai.

Wednesday, March 2, 2011

The (Next) Writer's Notebook *Amen* #1

Suara pantulan bola basket terdengar dari sini, sementara gelak tawa memenuhi ruangan. Dengan kalimat gurauan berseliweran diantaranya, dihiasi dengan mimik-mimik lucu. Sebagian lainnya terdiam, menyingkir dari keramaian, bosan dengan kata-kata munafik yang mencuat tersirat. Wangi aroma makanan tercium, menggugah hasrat untuk makan dan menjadi tidak terkendali. Ada juga yang bergerombol, saling bercerita rahasia, baik rahasia diri sendiri maupun orang lain dengan penuh seringai yang tak terbaca, membuat iri dan memunculkan rasa keingintahuan yang meledak-ledak. Masing-masing orang sibuk melakukan kegiatannya masing-masing. Tidak banyak yang peduli dengan apa yang sedang aku lakukan. Beberapa asik mengerjakan tugas. Seseorang tidur dengan tenang, dan... aku sendirian. Kasarnya kesepian ini menggerus sampai hatiku iritasi. Sapaan mereka terdengar sangat manis, tapi semuanya terasa hambar. Aroma menyedihkan menguar kuat dari sini; dari lubuk hati yang paling dalam. Luka lama yang tidak pernah dijahit sehingga membusuk, namun kesenangan-kesenangan semu menutupi luka itu dengan bau yang harum, sehingga aroma tadi tersamarkan. Jarang ada yang mengunjungi daerah ini; bahkan sekedar lewatpun enggan. Luka ini menganga dengan pintu gerbang yang terbuka lebar, seolah menunggu siapapun untuk datang dengan niat tulus dan membersihkan luka ini. Tapi tidak seorangpun tahu pasti penyebab luka yang kini memerah kembali, termasuk aku sendiri.