Lebih asik nangis sendiri, sedih sendiri. Gue sekarang udah sulit percaya sama sebuah relationship yang bernama “friendship”. Maaf ya, saya memang sensitif dan rumit kalo sesuatu udah dibahas sampe ke tingkat kepercayaan.
This post is dedicated to the people that ask me about what the problem is and then put the blame on me.
Kamu tahu? detik ini juga aku merasa diriku adalah artis Hollywood yang berperan sebagai Edward Cullen di film Twilight Saga. Aku merasa bahwa diri ini adalah vampir yang bisa menerkam manusia kapan pun, tapi harus menahan nafsu itu, apalagi cintaku adalah seorang manusia. Mungkin kamu bingung dan tidak mengerti maksud lanturan ini. Tak apa, merapat dan dengarlah bisikan ku.
Benar, cinta ku masih besar pada mu Ketahuilah, tidak pernah surut rasa ini meski aku mungkin bertingkah jahat dan sarkastik Tidak pernah sedetik pun angin berhembus tanpa kamu terlintas di neuron otak ku Tiap tetes hujan yang jatuh belakangan ini menghantarkan nama mu ke telinga ku, membuat ku rindu setengah mati
Mungkin kamu tidak tahu dan sekalipun kamu mengetahuinya sebentar lagi, kamu akan menuduh ku sebagai pembohong kelas kakap Dengar bisikan sayup ini dengan hati mu, rasakan kedamaian dan kebenarannya Aku ingin memiliki mu, sayang Memeluk mu, menyentuh mu, menemani derap langkah mu Menjadi partner dalam kegilaan mu, mendengar renyahnya canda mu Dan hal-hal lain yang angin pun tahu aku mampu melakukannya untuk mu Tapi aku tidak bisa, sayang Aku tidak mau kita terhanyut terlalu dalam karena kita memang tidak dilahirkan untuk itu Dunia kita sebatas ini saja, sayang Biarlah hati ini saja yang tersayat setiap aku menahan diri untuk menyayangi mu lebih dalam Biarlah aku yang menunduk ketika terlalu merindukan mu Biarlah mata ini yang lembab pelupuknya ketika sadar bahwa kamu bukan milik ku
Sesungguhnya aku lelah menahan diri, tapi kalau bukan aku, siapa lagi? Aku tahu kamu tidak bisa Aku tahu cara berpikir kita berbeda dan harus aku yang memberi batasan itu Kamu harus tahu, bagi ku, kamu bukan sahabat, bukan pula kekasih Bagi ku, kamu adalah langit yang menenangkan, yang menginspirasi, yang mengerti dan memaafkan, yang menghanyutkan, yang menjadi sumber penasaran dan kebahagiaan ku, yang terkadang mendung dan membuat jengkel, yang ingin aku maki Apa kamu masih belum memahami sulitnya menjaga jarak dengan langit mu sendiri? Coba tengoklah keluar, ketika itu juga kau akan bersatu dengan langit mu Ketika itu juga belaian dan bentangan tangannya akan melingkupi kepala mu Seperti itu, sulit dan menyakitkan, sayang Tapi aku rela untuk menjaga perasaan mu
Ya biar lah hati yang keriput dan pucat ini yang boleh mencintai mu, menyanyangi mu, memerhatikan mu dengan segala kekurangannya, mengidolakan segala kebijaksanaan mu, dan melihat senyum mu dari ujung sudut mata Tidak apa, sayang Sungguh aku akan tetap baik-baik saja