Teman idiot anarkis yang pintar nan cerdas >> @ichacho
Thank God for having her in my life as temen main bingo, temen yang ngegambarin gue doodle, temen main basket-kursi-kantin. Semangat chacho buat SBM ITB sama FK UGM! Proud of you :)
He can't remember the times that he thought Does my daddy love me? Probably not But that didn't stop him from wishing that he did Didn't keep from wanting or worshiping him
He guesses he saw him about once a year He could still feel the way he felt Standing in tears Stretching his arms out as far as they'd go Whispering daddy, I want you to know
I love you this much and I'm waiting on you To make up your mind, do you love me too? However long it takes I'm never giving up No matter what, I love you this much
He grew to hate him for what he had done Cause what kind of a father, could do that to his son He said 'damn you daddy', the day that he died The man didn't blink, but the little boy cried
I love you this much and I'm waiting on you To make up your mind, do you love me too? However long it takes I'm never giving up No matter what, I love you this much
Half way through the service While the choir sang a hymn He looked up above the preacher And he sat and stared at him
He said "Forgive me Father" When he realized That he hadn't been unloved or alone all his life His arms were stretched out as far as they'd go Nailed to the cross, for the whole world to know
I love you this much and I'm waiting on you To make up your mind, do you love me too? However long it takes I'm never giving up No matter what, I love you this much
***
This song wants me to realized some truth. Terutama, tentang, God's unconditional love.
Nah. Sekarang gue bener kan? Nggak semua orang peduli.
Gue setuju sama kata-kata lo, sahabat. Gue juga ngerasain hal yang sama kayak lo. Dan ternyata cukup banyak dari kita yang merasakan hal yang sama. Tapi, yang keliatan cuma elo kan? Maksud gue, iya sih emang gue pesimis. Tapi.... hellooo open your eyes! Nggak semua orang peduli seperti lo peduli. Dulu gue peduli. Terbukti gue pernah bikin post tentang itu. Dan setelah kepedulian gue, lalu apa? Nggak ada gayung bersambut. Mana ada yang ingin sekedar mengiyakan ajakan gue untuk kompak? Nggak ada.
Gue capek tau nggak lama-lama hidup di kelas ini. Banyak banget munafiknya. Gue sendiri pun munafik. Terlalu banyak muka dua itu enek. Tapi gue juga ga mau punya musuh karena ini udah kelas xii. Individualis. Nih ya gue bilang terang-terangan. WOY ELO PADA, SEMUANYA, YANG MERASA CEWEK-CEWEK, ELO SEMUA SEKARANG HIDUP DI XII IA 5! Ya udah Levi aja, nggak usah bawa-bawa masa lalu lo. Iya gue tau kelas lo itu kelas paling kompak sedunia, dan gue nggak nyuruh lo ngelupain masa lalu lo itu. Lo bilang lo nggak betah di sini, kenapa? Alesannya muter lagi kan? Karena orang-orangnya nggak seasik anak kelas lo dulu?
Belajarlah untuk menerima apa yang ada. Kalo lo mau kelas lo kompak, tolong, jangan bawa keegoisan lo. Iya. Lo itu egois kalo masih nginget-nginget kelas SEBELAS lo dan membandingkannya dengan kelas kita sekarang. Itu sangat jahat. Kalian tau nggak gimana rasanya dibanding-bandingin? Please banget. Cowok-cowok itu juga punya perasaan.
Dulu gue pernah diginiin sama Pui, "Hana, Hana kok terus-terusan ngebandingin kita sama Fireblas7 sih? Kita kan sekarang ipa satu" dan gue langsung to the jleb.
Oke frontal. Please. Jangan bawa keegoisan anzai lo, jangan bawa keegoisan POOPS lo, jangan bawa keegoisan atromen lo, jangan bawa keegoisan ironsky lo, jangan bawa keegoisan scream lo, atau apapun lah itu. KITA SEKARANG LEVIOUSA WOY SADAR DONG.
Menulis. Sebuah passion. Entah kenapa, gue selalu seneng ketika gue menulis. Meskipun nggak jarang gue menemukan diri gue stuck in the middle kayak lagunya Mika tapi gue selalu menemukan secuil kebahagiaan di sana. Aneh, memang. Dan selalu seperti inilah gue.
Suka main gitar, tapi nggak bisa main gitar. Suka main keyboard/piano, tapi nggak bisa maininnya. Suka melukis, tapi nggak bisa melukis. Suka menggambar, tapi nggak bisa menggambar. Suka menulis, tapi.... nggak bisa menulis. Entah mengapa, diri gue selalu menyenangi atau menyukai sesuatu yang tidak bisa gue lakukan dengan baik. Kecuali Fisika dan Kimia.
Gue suka banget nulis. Nulis di media apa aja. Gue suka sama orang yang menulis, gue suka sama penulis. Gue selalu berpikiran penulis itu memiliki pikiran yang dalam, lebih dalam dari orang-orang kebanyakan. Karena mereka selalu bisa mengungkapkan pikiran maupun perasaan mereka dengan apik. Gue selalu terkagum-kagum sama penulis. Tentang bagaimana mereka seolah menciptakan dunia mereka sendiri dengan pembaca sebagai orang yang mereka tarik ke dalam dunia mereka. Bagaimana mereka berimajinasi, atau bagaimana mereka berpikir kritis dan memikirkan hal yang tak terpikirkan oleh orang lain. Tentang bagaimana para penulis buku filosofi bisa mengambil sesuatu dari apa yang telah terjadi.
Gue pingin jadi penulis. Pingin banget.
Writing in the star,
Hana.
p.s. Semua orang adalah penulis -Abigail June Papilaya-