Sunday, December 23, 2012

You Are

I L U S S I O N

Friday, December 21, 2012

Today

Lebih asik nangis sendiri, sedih sendiri. Gue sekarang udah sulit percaya sama sebuah relationship yang bernama “friendship”. Maaf ya, saya memang sensitif dan rumit kalo sesuatu udah dibahas sampe ke tingkat kepercayaan.



This post is dedicated to the people that ask me about what the problem is and then put the blame on me.

Thursday, December 6, 2012

[REPOST] Bisikan

Kamu tahu? detik ini juga aku merasa diriku adalah artis Hollywood yang berperan sebagai Edward Cullen di film Twilight Saga. Aku merasa bahwa diri ini adalah vampir yang bisa menerkam manusia kapan pun, tapi harus menahan nafsu itu, apalagi cintaku adalah seorang manusia. Mungkin kamu bingung dan tidak mengerti maksud lanturan ini. Tak apa, merapat dan dengarlah bisikan ku.

Benar, cinta ku masih besar pada mu
Ketahuilah, tidak pernah surut rasa ini meski aku mungkin bertingkah jahat dan sarkastik
Tidak pernah sedetik pun angin berhembus tanpa kamu terlintas di neuron otak ku
Tiap tetes hujan yang jatuh belakangan ini menghantarkan nama mu ke telinga ku, membuat ku rindu setengah mati

Mungkin kamu tidak tahu dan sekalipun kamu mengetahuinya sebentar lagi, kamu akan menuduh ku sebagai pembohong kelas kakap
Dengar bisikan sayup ini dengan hati mu, rasakan kedamaian dan kebenarannya
Aku ingin memiliki mu, sayang
Memeluk mu, menyentuh mu, menemani derap langkah mu
Menjadi partner dalam kegilaan mu, mendengar renyahnya canda mu
Dan hal-hal lain yang angin pun tahu aku mampu melakukannya untuk mu
Tapi aku tidak bisa, sayang
Aku tidak mau kita terhanyut terlalu dalam karena kita memang tidak dilahirkan untuk itu
Dunia kita sebatas ini saja, sayang
Biarlah hati ini saja yang tersayat setiap aku menahan diri untuk menyayangi mu lebih dalam
Biarlah aku yang menunduk ketika terlalu merindukan mu
Biarlah mata ini yang lembab pelupuknya ketika sadar bahwa kamu bukan milik ku

Sesungguhnya aku lelah menahan diri, tapi kalau bukan aku, siapa lagi?
Aku tahu kamu tidak bisa
Aku tahu cara berpikir kita berbeda dan harus aku yang memberi batasan itu
Kamu harus tahu, bagi ku, kamu bukan sahabat, bukan pula kekasih
Bagi ku, kamu adalah langit yang menenangkan, yang menginspirasi, yang mengerti dan memaafkan, yang menghanyutkan, yang menjadi sumber penasaran dan kebahagiaan ku, yang terkadang mendung dan membuat jengkel, yang ingin aku maki
Apa kamu masih belum memahami sulitnya menjaga jarak dengan langit mu sendiri?
Coba tengoklah keluar, ketika itu juga kau akan bersatu dengan langit mu
Ketika itu juga belaian dan bentangan tangannya akan melingkupi kepala mu
Seperti itu, sulit dan menyakitkan, sayang
Tapi aku rela untuk menjaga perasaan mu

Ya biar lah hati yang keriput dan pucat ini yang boleh mencintai mu, menyanyangi mu, memerhatikan mu dengan segala kekurangannya, mengidolakan segala kebijaksanaan mu, dan melihat senyum mu dari ujung sudut mata
Tidak apa, sayang
Sungguh aku akan tetap baik-baik saja





***






originally posted in
Icha's

Sunday, November 11, 2012

Morning Greeting

Haha. Tijel banget blog gue sekarang, isinya curcol, quotes sama reblogs doang. Haha. Udah kayak Tumblr aje. Mianhae yaaaa pemirsa *kayak gue punya pembaca aja* *eh punya dong satu*

Gue mau cerita aja deh...... cerita apaan tapi ya? Apa dong? Sumpah gak produktif dan efisien banget ini. Aaaa gue lagi aneh.

Jadi gini. Tadi malem kan gue stalking. Biasa lah gue kepo. Nah udah kan pasti tau kelanjutannya. Iya, gue jadi tambah sedih. Udah gak boleh ikut jualan bunga, didiemin, terus tau sesuatu hal itu. Makin kecekeklah gue. Sumpah ya, itu kayak tamparan banget. Oke maaf ini lebay.

Kan gue kepo. Terus gue jadi sadar. Gue ngiri. Yes, I’m jealous with everyone, especially that one. Someone, who’s always keeping in touch with another someone. Ya walaupun bukan cuma dia yang satu-satunya bisa bikin gue envy, at least dia berhasil membuat gue merasa jauh dari semua-muanya. Terutama dari yang satu itu. Maksud gue si itu. Ngerti kan? Gue jeles sama dia, karna dia masih punya sesuatu untuk dibicarakan sama si itu. Masih punya sesuatu yang ngerti cuma mereka. Gue? I’m alone lol #ForeverAlone


Ahahahaha apaan sih Na, maaf ya pagi-pagi gue random banget. Abisan gue lagi sedih sih. Serius. Gue pingin cepet-cepet ketemu ibu gueeeeee. Gue pingin pulang ke sawangaaaaan. Dan kata kangen itu sampe ga ada artinya lagi karena keseringan diucapin. Ngerti ga? Ah yaudah lah kalo enggak. Ga maksa juga ngebaca.

Dan, astaga, lo harus tau kalo akhirnya gue punya pembaca. Haha. Tebak siapa. Lukas! Haha! Meskipun dia bacanya pas lagi kepo dan pingin stalking aja sih, tetep aja gue merasa terharu :’)

Yasudahlah. Memang keadaannya gini. Ga usah maksa.



Keep on believing,


Hana




p.s. tadi malem gue baca email replies looooh. Haha percuma ngasih tau juga, cuma Deli yang ngerti ini mah haha.

Tuesday, October 9, 2012

#sikap

"Dan yang penting, dia orang Jawa.
Sekian."


- @hananoviandina

Monday, October 8, 2012

Late Post

Sleepy and sick.

Dua kata yang sangat menggambarkan gue malam ini. Ngantuk, tapi nggak bisa tidur karna setengah tubuh gue yang mendadak menghangat dan berkeringat. Sakit, tapi nggak tau sakit apa. Tapi gue yakin gue sakit. Nahlo.

Mau cerita apa ya? Rasanya terlalu banyak.

Oke deh. Here we go.

***

Pertama, kuliah. Gue ga pernah ngebayangin rasanya kuliah sebelumnya, jujur aja. Nggak pernah kepikir. Maksudnya bukan nggak kepikiran bakalan kuliah, tapi kepikir rasanya menjadi mahasiswa dan menjalani kehidupan perkuliahan itu rasanya gimana. Sekarang udah ngerasain sih. Asik sih. Tapi sometimes I just want to jump back to the high school time. Terutama pas jam kuliahnya nanggung. Nanggung pulang dulu apa enggak. Lumayan loh bro, kalo jam sembilan lo selesai terus ada kelas lagi jam satu. Ngapain coba nongkrong di kampus empat jam bengong? Mentok-mentok ya di food court. Yah, kadang-kadang temen gue yang kerajinan sepedahan ke Pusat Pelatihan Bahasa apa sepedahan keliling kampus. Widih jauh gile. Gue? Cukup deh kemaren sepedahan pas PPSMB aja, sama jatohnya cukup sekali aja. Haha.

Kedua, teman. Well, finally I found some people which are asik diajak ngobrol. Walaupun gue kadang gak nyambung dan idiot (baca: me-lemot seperti Thessa) tapi mereka tetep menyenangkan. Kayak waktu itu coba, idiot banget gue. Abis makan bakso, ceritanya gue mau bayar. Dan ketika sampai di stand yang gue tuju, ternyata stand-nya kosong. Yak, kosong saudara-saudara. Gue langsung balik ke meja dan bilang ke mereka kalo stand-nya ga ada yang jaga. Dan kita semua berpikir, siapa yang tadi menyuguhkan baksonya? Dan you know what? Gue salah stand hahahaha. Ayo semuanya tertawakan gue haha *dilempar sandal*

Ketiga, Jogja. Ga nyangka aja ternyata ujung dari pencarian tempat kuliah ini berakhir di sini. Jogja. Kota kelahiran nyokap, mom’s childhood time town, city, yah you name it. Dan semakin gue mengenal kota ini, rasanya semakin banyak kisah yang ingin dikuak. Kuak? Kuak bukannya yang di makanan itu ya? Kuak sop. *ditampar pembaca* *mimisan* *ke Bethesda* *ke Galleria* *ngegaul* *postingan gagal*

Keempat, myself. Don’t ask me why I mention it here. Tapi gue ngerasa ada sesuatu di dalam tubuh gue yang minta di-issue-kan. I don’t even know what it is. Dan somehow, tubuh gue out of control dan manja. Kemaren aja udah dua kali ke dokter, ke lab udah sekali. Kan manja banget badan gue sekarang *ceritanya sedih*

Kelima, PPSMB. Well, apa itu PPSMB? Kalian semua asti bertanya-tanya apa itu PPSMB *sok tau* *dicekik pembaca* *ke Bethesda* *naik Trans Jogja* *turun di Taman Pintar* yak PPSMB adalah *mikir* Pelatihan dan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru *ngarang* yak, PPSMB tahun ini gue ngikutin tiga macem. Palapa, yang satu universitas, di mana gue ketemu Mas Nano, pemandu yang sangat baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung. Perfeksionis, yang pemandunya adalah Kak Vina dan Tri Something. Maaf kak, saya tidak bermaksud melupakan kakak, tapi saya beneran lupa. Nah, Perfeksionis ini PPSMB-nya Sekolah Vokasi UGM. Terus lanjut lagi dua hari berikutnya ada….. BSMB! Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya. Temanya “Indonesiaku, Rumahku”. Nah bisa ditebak kan acara PPSMB yang terakhir ini suasananya kayak gimana. Tradisional sekali mamen. Gue dapet kelompok sanggar namanya Istana Buton. Pemandunya adalah *jeng jeng* Kak Bella dan Kak Vita! Hiyeeeeh. Dan ternyata ya, dibalik muka Kak Vita yang sangar selama PPSMB itu tersimpan hati yang selembut pantat bayi unyuuuu. Dan semua komdis ternyata seperti itu uuuuu sampe aku nge-fans kan sama manusia-dengan-wajah-berambut itu haha.

Keenam, laper. Yak malem-malem begini, abis keringetan tanpa sebab, tiba-tiba gue laper. Serius. Ciyuss?? Miapah?? Miayam! *ceritanya jadi gaul*

***

That’s all I am on this night. Trying to keep writing, walau semuanya sudah berubah. Ya, berubah. Kamu, aku, keadaan, kesempatan, semuanya. Bahkan mungkin takdir. Ini semua karena Negara Api mulai menyerang, kawan. Kalian patut mengetahui hal yang sebenarnya.




Sleepy, sick, starving, peace, love, and gaul,


Hana



p.s. hey, I forgot to introduce my new superb ”best friend”, Dictionary. I bring it every time karna lupa ngeluarin dari tas :| (padahal sih emang males ngeluarin) yak saya anak Bahasa Inggris loh sekarang haha *gaya*



19092012

Sunday, August 26, 2012

Pinesti Nowadays

G: Nes kenal Abecede ga?
P: Sahabat SMP gue.
G: Demi? Anak bento dong?
P: Iyak
G: Nes dia kan..manntannya mantan gue
P: Hah? Siapa?
G: Apanya siapa? Yang manaa
P: Mantan lu emang siapa?
G: Eefgeha. Emang lo tau?
P: Gue gatau orangnya. Pas masuk SMA juga gue jarang banget contact Abecede.
G: Tapi lo tau mereka pernah jadian?
P: Nggak tau. Abis kalo urusan jadian Abecede itu rajin dan gaaanti terus.
G: Ahahaha tapi setau gue sama yang ini awet nes :3 tapi udah putus sih
P: Tetep lebih awet gue sama Arystian lah. Udah berantem badai berkali-kali masih jadian juga.
G: .... *hilangsinyal*

Saturday, August 25, 2012

Flying Away

My mind flies to that moment.

A moment when I just simply hug my mom and cry with her.

When finally she asked, "Kenapa? Kamu nggak kerasan to di sana?"


***


Simple question. Tapi bener-bener membuat gue berpikir "Sebenernya apa sih arti kerasan itu?"

Apakah itu jika kita merasa nyaman tinggal di suatu tempat?
Apakah itu jika kita merasa damai?
Apakah itu jika kita merasa bahagia?
Apakah itu jika kita merasa cukup?
Apakah itu jika kita merasa lengkap?
Apakah itu jika kita merasa sempurna?
Apakah itu jika tempat tinggal dekat dengan kampus?
Apa sebenarnya arti kerasan?


Berkali-kali gue mencoba memahami arti kerasan. Seperti apa kerasan itu? Dengan siapa kita bisa merasa kerasan? Kenapa kita bisa kerasan?



Salah satu tanya tanpa jawab yang gue temui kali ini. Dan terima kasih.

Terima kasih sudah menyumbangnya, mother. I love you.





Mencoba kerasan,


Hana

Reposting

ini aku tuliskan,
sebuah pengantar rasa

sarat akan harap, kau akan membacanya
sehingga nanti, ketika kau bertemu denganku,
aku tak perlu menjawab, pertanyaanmu.

cinta, seandainya saja bisa kau terima
tanpa harus menyudutkanku
seperti seorang terdakwa

kau anggap aku seorang kriminal
menuntut aku atas perasaanku
menyalahkanku atas hatiku

kau yang mencuri, sayang!
kau bawa hatiku, tanpa izin.

kau yang membunuh, sayang!
kau hancurkan hatiku, tanpa iba.

tak cukup nyali punyaku menghadapimu
maka aku, tuliskan ini.

aku mencintaimu.

hanya itu.
tak berharap balasan yang sama.
juga tak meminta apa-apa.


***

originally posted in sepuluhjemari.blogspot.com >>  THIS

Sunday, August 19, 2012

Tahu Diri

Halo. Terima kasih banyak sudah mau mampir di hidupku. Sudah cukup. Kehadiranmu, maksudku. Kau tahu, sekarang tidak ada lagi yang pantas dilanjutkan. Pergilah, menghilang saja. Kalau tidak, lama kelamaan aku akan menjadi tidak tahu diri. Aku akan dengan egois memintamu untuk tetap ada. Tetap eksis. Dan itu berarti gawat, karena aku tahu kau tidak akan bisa menepatinya.

Ok. So this is a song for you. Just for you. Aku sangat ingin menyanyikannya langsung, tapi aku tak bisa. Listen.

Oh I forget. This is the lyric, so please read. Thank you.



***


Tahu Diri
by Maudy Ayunda, from O.S.T Perahu Kertas. Originally written by Dewi "Dee" Lestari


Hai, selamat bertemu lagi

Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri
Tak s’lamanya berhasil
‘Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan s’gala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku t’lah berjanji
Menyerah…
Dan upayaku tahu diri
Tak s’lamanya berhasil…

Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi…


***


I just wanna thank you.





Thanking,


Hana

Tuesday, August 7, 2012

Wise Girl

Indri.


Dari sekian juta orang di dunia ini yang bernama Indri, gue masih heran, kenapa yang bisa kenal dan sekelas sama gue itu Indri yang ini. Si Bocah Kecil malang yang koplak.


Pertemuan gue sama Indri nggak romantis atau bagus. Saat kelas X waktu itu adalah salah satu kejadian awkward yang pernah gue alami. Bayangin aja, lagi jalan sama Nisa ke podium, nyampe sana ada anak-anak cewek gitu. Kelas X juga. Beberapa temennya Nisa waktu di SMP. Emang sih beberapa ada yang gue udah kenal. Terus tiba-tiba ada yang sok kenal gitu, nyapa gue dengan sok riang dan sok asik dengan suara keras, “EH SHERLY!!”



Bayangin, bayangin! Iye gue tau rambut gue pendek emang. Gue juga tau emang gue sering dimirip-miripin sama Sherly. Tapi nggak segitunya juga kaleeeeeee manggil gue Sherly di hadapan anak-anak cewek di lapangan. Dan tampang gue kurang lebih begini:




Terang aja pada ketawa semua yang di situ. Untuuuuung, emang anaknya kayak bocah. Kalo enggak, beuh udah gimana tuh gue. Mau marah gimana, tapi mau ketawa kok juga gimana. Mau teriak “Kampret! Gue bukan Sherly!” tapi kok kayaknya kasar ya. Ga tega gue ngomong gitu sama bocah. Akhirnya ya itu, muka gue. Super bad poker face.


Yaudah, dari situ gue tau nama bocah ini Indri. Panggilannya Bocil. Bocah kecil. Alay. Nggak deng becanda.

Terus tiba-tiba pas kelas XI.... jengjeng. Gue sekelas sama dia! Pas pagi-pagi gue dateng, bangku udah pada bertas, dan tibalah gue di sana dengan awkward. Gak kenal siapa-siapa. Mukanya pada baru semuaaaaa sumpe rasanya waktu itu gue mau pulang aja. Dan di sanalah Indri nyapa gue karna ga punya temen sebangku. Akhirnya kita duduk sampe akhir tahun pelajaran. Dan saat masuk pertama itu, dia udah manggil gue dengan nama yang bener. Praise the Lord.



Udah tau belom sejarah kelas XI gue? Yah pokoknya begitulah. Si Indri ini, nggak tau kenapa, gue ngerasa bisa ngeluapin apa yang ada di pikiran gue ke dia. Gue sebel sama siapa, gue suka sama siapa, gue nggak suka sama siapa, dengan mudahnya gitu lho gue kasih tau ke dia. Ya istilahnya sih curhat. Dia juga suka cerita-cerita gitu ke gue. Dan dia adalah orang pertama yang tau rahasia pertama gue di kelas XI.


Gue nangis ke Indri. Curhat ke Indri. Beli puding di Indri. Jajan sama Indri. Cerita semuanya ke Indri. Stalking ditemenin Indri. Pokoknya dia bener-bener kayak tumpuan hidup gue selama kelas XI. Kenapa? Karna dia masih kecil, tapi lebih dewasa dari gue. Lebih bijak. Yah walaupun kadang emang suka ngawur banget (kayak bilang, “Kuda suka sama Hana!”. Iye gue tau itu ngawur banget) dan jayus.


Dia juga satu-satunya orang yang tetep optimis saat gue bener-bener ga punya harapan lagi sama kelas XI. Yang terus ngeyakinin gue kalo suatu hari nanti, entah kapan, kelas kita bakalan kompak. Dia orang yang selalu membuat gue napak lagi di tanah ketika pikiran gue udah jauh melayang ke kelas X. Yang selalu negur gue kalo gue udah terlalu jauh ngebandingin kelas. Walaupun kalo dipikir-pikir, gue sama Indri itu bener-bener jalan pikirannya harusnya beda banget; Indri pengurus ROHIS sementara gue pengurus ROHKRIS. Tapi pikiran kita yang jayus ini hampir selalu sejalan. Gue cerita tentang suka duka gue di kepengurusan dan dia pun begitu.


Bahkan sampe kelas XII, puncak ke-pesimis-an masa SMA gue, dia yang masih ada. Yang masih ngeyakinin gue, meracuni gue dengan ke-optimis-annya walaupun dia udah nggak sekelas sama gue. Dia masih menjadi sahabat gue yang asik, yang asli dan nggak palsu. Dia bahkan rela ke kelas gue yang jauh, padahal gue tau dia merasa sedikit enggan.


Gue nggak tau kenapa gue percaya sama dia. Dia salah satu orang tertulus yang pernah gue temuin. Walaupun dia masih kecil (setahun lebih muda dari gue men) dan polos, tapi dia tulus.




Terima kasih telah bersedia menjadi orang yang gue percaya, sahabat. Lo, gue, kita akan sukses bareng! Selamat menempuh kuliah, sahabat. Semoga kita tidak saling melupakan.


Puspasari.


Mellow,

Hana


ps. bonus foto yang ada Indrinya yuhuuuu

Abis ngerjain telor di depan XII IA  2 pas lagi semesteran haha -_-


Ini pas abis drama kelas sebelas

Monday, July 30, 2012

Today's (Random) Dialogue

G: *bangun jam 4* *melakukan beberapa hal* *ngecek sms* *bales sms*


Beberapa jam kemudian...


I: *abis baca sms gue* lu udah bangun jam segitu? Ngapain?

G: sahur. Sahur Maruli Evan Johannes Siregar.

I: sumpah, tinggal di jogja bikin jadi jayus ya?

G: hahah iya dong. Sepupu gue apalagi.

I: bangga ya na? Ya ampun. Eh lu jadinya kuliah di mana?

G: iya dong. Jogja gitu loh. Iya jadi gue kuliah di jogja, dan berarti gue akan semakin jayus. 


***

Oke sekian. Btw gue lagi sebel, abis dikerjain. Sama something invisible. Zzzzzzz.

Sunday, July 29, 2012

Surf

Pinesti.


Saya selalu beranggapan, nggak ada kalimat atau kata-kata yang bisa dengan tepat mendeskripsikan manusia ini.


Dan setelah mencoba surfing sekaligus tanya-tanya jalan sama Uncle Google, bertemulah saya dengan sebuah blog. Pemiliknya bernama Marcell Siahaan.


Tak lama, saya bertemu dengan blog lain. Kali ini yang punya namanya Dee. Itu nama pena-nya. Konon katanya namanya yang sebenarnya adalah Dewi Lestari.


Dan setelah memutuskan untuk tenggelam dalam dua blog ini, saya menyimpulkan satu hal.


Ines. Entah. Dia mirip Marcell. Atau Dee.


Sorry, I don't know why, tiba-tiba pikiran itu menyeruak begitu saja.

Sekian.


Zanariasti.




Kebingungan,

Hana

Friday, July 27, 2012

Kasih Yang Paling Besar

Suatu pagi yang sunyi di Korea, di suatu desa kecil, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu di mana banyak anak tinggal akibat orang tua mereka meninggal dalam perang.

Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, P3K segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.

Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama. Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu.

Kemudian beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada grup itu dan perawat menerjemahkan, "Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk gadis kecil ini?" Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, "Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk teman kalian, karena jika tidak, ia akan meninggal!" Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.

Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah. "Tenang saja," kata perawat itu, "Tidak akan sakit kok." Lalu dokter mulai memasukan jarum, ia mulai menangis. "Apakah sakit?" tanya dokter itu. Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. "Aku telah menyakiti bocah ini!" kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya. Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu. "Apakah sakit?"

Bocah itu menjawab, "Tidak, tidak sakit."

"Lalu kenapa kamu menangis?", tanya dokter itu.

"Karena aku sangat takut untuk meninggal" jawab bocah itu.

Dokter itu tercengang! "Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?"

Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, "Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh darahku!" Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, "Tetapi jika kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?"

Sambil menangis ia berkata, "Karena ia adalah temanku, dan aku mengasihinya!


***

Pagi-pagi, nothing to do. Gue memutuskan untuk bongkar-bongkar laptop. Bukan, bukan gue lepas baut-bautnya terus gue ambil harddisk-nya. Gue ngorek-ngorek isi laptop ini, dan nemu cerita ini di salah satu folder. Gue inget ini gue ambil dari internet, dan sayangnya, sayang sekali, gue lupa mencantumkan asalnya. Mianhae, sang penulis asli. Aku sayang padamu. Sini aku cium. Jangan marah ya.




Masih ngebongkar laptop,


Hana



p.s. ceritanya mengharukan, isn't it? Gue suka banget sama cerita ini :") *muka unyu*

Monday, July 23, 2012

James Blunt Says

"But it's time to face the truth,
I will never be with you."

-James Blunt-



***


Terutama untuk Fakultas Psikologi. Dan Seni Rupa.





Facing the giant truth,


Hana

Tuesday, June 26, 2012

Wished Us A Forever Laughter

Once upon a time, there was a happy moment called retreat within the whole warga rohkris smansa.


Pas hari pertama, beberapa jam setelah nyampe, lagi nyanyiin lagu tema


Pas mau diceburin untuk yang kedua kalinya


abis diceburin lagi -___-


(ki-ka) Thessa, Sherly, Gue



Besoknya, bersama Kak Hanna :3
Bersama duo E(v)(f)an

Nyanyi sama alumni :D


Gue pasti akan kangen banget sama moment ini. Bersyukur kami berlima (Lukas, Sherly, Evan, Thessa, gue) bisa ngumpul bahkan di saat-saat hectic dan chaos-nya SNMPTN baik tulis maupun undangan. Puji Tuhan, Tuhan masih ngasih kesempatan untuk ngumpul bareng mereka. Dan semoga saja, seperti kata Lukas di BT 33 Scholastic, fellowship kami dapat berakhir sampai akhir ketawa :"D






Masih tertawa,


Hana





p.s. semoga kita tetap tertawa sampai selamanya! Tribute to Lukas Bonar Nainggolan, Sherly Monalisa Silitonga, Saur Maruli Evan Johannes Siregar, dan Theressa Natalia. 

Retreat Paskah 2012 Rohkris 1 Depok

Halo kembali lagi di sini bersama saya! Oh God, perasaan ini sangat campur aduk seperti nasi campur yang sangat diinginkan Arnold karena banyak hal.


Iya gue tau kok udah sangat amat teramat telat untuk mem-posting tentang Retreat Smansa, tapi gue pinginpinginpingin banget cerita. 


Jumat kemaren tanggal 25 Mei 2012 Rohkris 1 Depok ngadain retreat. Tempatnya di Villa Sido Mukti seperti dua tahun yang lalu yang membuat saya banyak bernostalgia dan menyenangkan. Love you banget Rohkris 1 Depok.




Jadi setelah hari paginya saya patah hati karena ditolak STIS pada jam setengah 10 pagi saya pergi berangkat dianter adek gue ke depan naik motor tanpa nyokap (ya terus kenapaaaaa han) dengan niat ga mau ngaret karna disuruh ngumpul jam setengah 11 dan kelupaan membawa kunciran rambut. Yah mendinglah daripada Thessa yang retreat kelupaan bawa Alkitab haha.



Pokoknya kan gue akhirnya nyampe tuh, dan gue nyampe JAM SEPULUH sumpah kurang on time apa itu gue. Pas nyampe pas juga ada si Nao, tapi berhubung gue mau nyari lilin buat surprise buat Evan akhirnya gue nitip tas sama panitia Arsi terus gue lari-lari kayak orang gila ke Toys Mart sampe ketemu Bu Yetty aja gue ga liat parah deh. Mana lilinnya ga ada pula, tepok jidat deh gue. Akhirnya sama Nao dari sekolah ke Lapangan Ayam sambil mbawain kotak yang isinya binder yang sangat berat itu dan di lapangan ternyata udah banyak panitia. Terus gue naro tas lagi, terus gue lari-lari lagi ke Enny Bakery. Sebenernya gue juga sampe sekarang masih bingung, kenapa waktu itu gue mesti lari-lari? Padahal gak telat juga, ga bakal kehabisan juga. Aneh ya? Terus gue nungguin Thessa di depan sekolahan sama Cava Efi Fanny Peres. Eh tapi gue doang yang nungguin Thessa, yang lain sih gatau nungguin apaan.



Terus kita naik bis TNI AL yang gue kira engga ada jendelanya. Gue ga inget sama siapa aja, yang jelas The Big Five (baca: Evan, gue, Lukas, Sherly, Thessa) naik bis ini sama Kak Riri sama Kak Wisnu sama Felix sama Cava sama Efi sama Fanny sama kelas X yang agak banyak.

Dan gue. Sekamar. Sama. Sherly. Thessa. Yunita. Caca. Kak Riri. Dan. Bayangkan. Bagaimana. Ramainya. Kamar. Itu. Belom pas si Kak Hanna dateng OMG. Di kamar Anggrek.

Pas malam pertama tidur situ, gue ga mau tidur. Selain di bawah nggak ada orang, saat itu sangat dingin men dan lampunya dimatiin. Akhirnya gue ngekor Sherly karna si Thessa lagi mau c.o, gue ngobrol sama Sherly sampe jam 2an sampe gue ketiduran. Daaaan pas kebangun pas jam 4 pagi SHERLY DAN THESSA TIDAK ADA DI KAMAR. DAN ASAL LO TAU KAMARNYA GELAP BANGET. Langsung aja gue merinding dan ke aula dengan gemeteran (ini gue beneran gemeteran loh, lebih tepatnya sih menggigil sampe gigi gue bergemeletuk) nyari orang biar gue ga sendirian dan puji Tuhan ketemu! Haaaaah ternyata masih ada beberapa orang yang ga bisa gue sebutin di sini lagi main Truth Or Truth termasuk si mereka berdua. Haaaaah. Lega banget gue sumpil. Akhirnya setelah beberapa saat kami kembali dan tidur, tapi ga nyenyak karena alarm yang ga dimatiin selama satu setengah jam dari jam setengah lima hah pret banget itu. Terus pas bangun pagi langsung deg-degan karena hari itu adalah pengumuman kelulusan, yang di mana dapet kabar kalo yang surat kelulusannya dibawain sama Pak Bejo cuma Sherly Lukas Evan dan gue sama Thessa ngga dibawain. Tapi at least pagi itu, kita semua tahu kalo berlima sama-sama lulus! Puji Tuhan! Dan akhirnya pas games kita berlima didorong ke kolam renang sebagai hadiah kelulusan dari Rohkris. Huuuuw so sweet :’)


ini kita berlima (ki-ka thessa-gue-sherly-lukas-evan) abis diceburin yang kedua kalinya :')


Terus pas makan abis berenang inget lelucon Kak Wisnu tentang kaos barongnya Cava haha. Gara-gara si Cava make kaos pantai di gunung. Dan jadilah kaos rematik haha. Maaf gue tau pasti pada ga ngerti sama omongan gue ini tapi tetep aja pas ngomongin ini gue ngakak haha. Mana si Cava mandi abis kaos rematiknya kering lagi pantesan aja dia jadi kena rematik haha.

Terus abis itu gue Sherly Thessa mandi duluan. Dan ketika kami datang ke kamar Anggrek, kamar itu sudah basah dan udah ujan becek ga ada ojek dan ternyata lagi sudah ada orang yang lebih dulu mandi daripada kami. Abis itu makan siang bertigaan doang, terus sama Thessa ngobrol sampe sore di kamar membicarakan semua hal hahahahahha dan tiba-tiba Sherly datang dan membawa *jengjeng!* surat kelulusan gue dan Thessa! Ternyata Pak Bejo udah dateng dan ternyata juga dia ngebawain surat gue dan Thessa yang kita kira udah disimpen sama Bu Rini yang pergi ke Bogor!


Sorenya, sekitar jam 3an kita dapet kabar kalo pengumuman undangan hari itu juga jam lima sore. Langsung deh Lukas Sherly Thessa deg-degan setengah mampus. Dan too bad, mereka bertiga ditolak. Semua shocked, dan sedih. Malemnya Thessa pulang dijemput, dan tinggallah di bawah bertiga sama Kak Riri. Dan masih kebawa aura sedih pas besok paginya bangun dengan normal. Akhirnya jam 2an kita pulang, dan gue duduk sama Sherly. Pas berangkat duduk sama Thessa. Aish.

Pulang, ngangkot sama Kak Efan, ngobrol tentang Rohkris. Dan sedih. Pas nyampe rumah abis beres-beres gue nangis. Galau. Sumpil, kemaren tersadar banget kalo itu momen terakhir bareng Rohkris 1 Depok dengan status sebagai anak smansa. Bahkan yang menemani kami mengakhiri status itu juga mereka. Haaaaah jadi mau nangis lagi. Bakalan kangen banget-bangetan sama suasana kekeluargaan Rohkris yang super hangat.

Gue emang ga pandai berkata-kata. Kalo disuruh ngomong kata bijaksana di depan orang, gue selalu ga bisa. Sampe sekarang juga gue belom bisa. Tapi kata-kata kangen ini murni. Baru beberapa hari melepas status anak smansa aja gue udah kangen sama Rohkris.

Buat pantia retreat yang udah mau repot-repot nyiapin retreat, makasih banyak banget banget ya. jujur gue seneng banget bisa bertumbuh dalam rohani sekaligus ngumpul sama rohkris lagi. Sumpah gue nangis nih, bakalan kehilangan kalian banget.


Oh iya. Selamat ya Rohkris. Retreat-nya sukses. Sukses bikin gue ngarep lagi.






Crawling back to you,


Hana


p.s. nih ada bonus foto-foto pas retreat! :D


Jeng jeng! Ini si Sherly yang baru bangun

Dan ini si Thessa yang malu dengan muka bantal

Inilah kasur gue, dengan dua bantal!

Ini bus TNI AL yang gue kira ga ada jendelanya itu haha

ini kamar Anggrek tampak samping


kamar Anggrek tampak depan



Muka Tembok


Hell yea. Pagi-pagi gue dapet sms dari Babang dan Bimo yang isinya sangat mengejutkan. Bangun tidur, baca hape, dan seperti disiram air dingin. Pipis, ke kamar, baca hape lagi, seperti disiram air dingin lagi. Oh gawwwd ada apa ini gerangan.


Si Babang pasti engga tau deh tentang semua yang sudah terjadi di antara aku dan dia yang itu. Oh gaawwwd gue masih gimana gitu nih. Padahal sih biasa aja yah ahaha tapi ya sudah lah. Entar suatu hari mesti cerita ke Babang, atau dia harus membaca blog gue supaya dia tahu yang sebenar-benarnya hahahahahaha *ketawa licik ulfa*

Maap curhat pagi-pagi. Pagi dengan masang muka tembok terpagi nih. Hell yea.




Tangan kaki masih dingin,


Hana

Saturday, June 23, 2012

Bukan Dia Tapi Aku (A Song From Judika) Lyric


Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti

* ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Repeat *

Reff:
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Cintaku lebih besar darinya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku

Begitu burukkah ini
Hingga ku harus mengalah

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

(cintaku) cintaku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku

(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)


***


"Cintaku lebih besar dari benciku" aww it hurts men. jleb banget ngga tau kenapa haha. sorry for spamming, posting the whole lyric padahal yang gue maksud cuma part itu haha you're trolled! *apaan sih na*





Trolling myself,

Hana