Di kelasku ada dua buah papan tulis white board. Dan di papan tulis sebelah kanan, ada sebuah noda. Noda itu tercipta karena sebuah spidol marker.
Suatu hari Dara menuliskan hasil pekerjaan Fisikanya di papan tulis. Namun ia tidak sadar, bahwa spidol yang ia gunakan bukanlah sebuah spidol remanen. Ya, ia menggunakan sebuah spidol permanen dan tulisan-tulisan itu menjadi tidak bisa dihapus. Karena mengganggu, kami pun berusaha untuk menghilangkannya. Lalu kami mencoba menimpa tulisan permanen itu dengan spidol bord marker. Akhirnya papan tulis itu bersih walaupun tersisa sedikit noda diatasnya.
Tentu kalian bisa membayangkan seperti apa noda itu. Ya, seperti noda yang tidak bisa dihilangkan itu, orang itu juga tidak bisa kuhapus dari hatiku. Papan tulis itu bak hatiku, dan akulah penulisnya. Suatu hari dengan sengaja dan sadari, aku telah menorehkan nama orang itu beserta embel-embelnya di sana. Namun yang tidak aku sangka dan perhatikan adalah bahwa spidol itu permanen sehingga tidak bisa dihapus. Karena mengganggu, maka aku pun mencoba untuk menghapusnya dengan spidol remanen, dan seperti spidol remanen itulah sosok DM dan Kuda. Mereka berhasil menghilangkan dan menghapus orang itu. Tapi saat aku menghapus mereka dari hatiku, tetapi tersisa satu noda samar yang tidak akan pernah bisa hilang.
Jujur sejujur-jujurnya, orang itu seperti sudah terpatri sempurna dalam ingatanku. Menimbulkan bekas, dan... tidak akan pernah bisa dihilangkan. Seperti prasasti yang terbuat dari semen, jika kau mau menulisinya kembali, maka kau harus meleburnya kembali sampai menjadi seperti semen, dan tulisan yang dulu ada akan hilang tak berbekas. Tuangkan ke dalam cetakan, maka seloyang adonan semen pun siap untuk ditulis kembali untuk menjadi sebuah prasasti yang baru.
Aku ingin sekali meremukkannya dan meleburnya. Namun, hati yang sekarang tidak akan pernah sama seperti dulu lagi. Kasih yang sama, cinta yang sama, memori kebersamaan yang indah, semuanya kan hilang begitu saja. Apakah untuk menghilangkan seseorang dari hidup kita, kita harus mengulang hidup ini dari awal? Menghilangkan memori-memori berharga lainnya? Sungguh kejam.
Maka, dari sinilah kegalauan seorang ababil kembali dimulai.
2019: All About Courage
7 years ago

0 komentar asoy:
Post a Comment