Saturday, December 31, 2011

Last Post in 2011--Last Day of The Year

Ohmeeeeeen.
This. Is. The. Last. Day. In. 2011.
This. Is. The. Last. Saturday. In. 2011.

I. CAN. NOT. BELIEVE. IT. (OR NOT)
Well. I. Realized. That. Typing. Like. This. Does. Not. Make. My. Point. Stronger. It. Makes. Me. Look. Like. My. Computer. Has. Asthma.

Okeeeeey enough for the stupid opening.

And. Here we gooooooo.


***


Share with me the secrets that you kept in, because it’s cold inside.
Yap. Mari kita membicarakan rahasia.

Aku punya rahasia. Kamu punya rahasia. Dia punya rahasia. Semua orang punya rahasia. Namun sebenarnya apa sih rahasia itu?

Nggak ada kalimat definisi yang mutlak dan berarti untuk kata rahasia. Yang jelas, setiap kata rahasia terucap atau terbaca atau terdengar, di pikiran gue selalu muncul bayangan gelap. Juga muncul perasaan sakit hati walaupun nggak selalu.

Aduh ini kenapa jadi ngalor ngidul. Maaf maaf.

Di tahun 2011 ini, bayak sekali rahasia terungkap, baik rahasia gue sendiri maupun rahasia orang lain. Dari rahasia terlucu, terkonyol, sampe rahasia tergelap, semua terkuak. Ada rahasia yang gue tau dengan tanpa sengaja. Ada rahasia yang gue tau dengan hanya sebuah pertanyaan yang seakan membuka keran mulut orang yang bersangkutan. Ada juga rahasia yang gue tau dengan maksa-maksa orang yang bersangkutan untuk ngasih tau.

Ada rahasia yang gue buka secara blak-blakan di depan orang yang bersangkutan.
Ada rahasia yang dipaksa terucap.
Ada rahasia yang dipaksa terungkap.
Ada rahasia yang memang sengaja gue bagi ke orang yang gue percaya (berbagi rahasia -_-).
Ada rahasia yang gue pikir beribu-ribu kali dulu sebelom gue ceritain.
Ada rahasia yang sangat gue jaga.
Ada rahasia orang di gue.
Ada rahasia yang sangat gue tutupi, namun pada akhirnya harus gue beritahukan ke orangnya.
Ada rahasia.
Ada banyak rahasia dalam hidup gue.
Ada banyak rahasia yang tercipta di tahun 2011.


Sering gue mikir, kenapa sih mesti ada rahasia? Terus tiba-tiba gue langsung keinget, nggak semua orang blak-blakan, Han. Bahkan sometimes orang yang blak-blakan pun punya banyak hal-hal yang berbau rahasia untuk disimpan rapat-rapat. Bahasa kerennya: introvert. Yah walaupun introvert artinya bukan kayak gitu, tapi secara nggak langsung orang seperti itu kayak gitu menurut gue. Nggak ngerti ya? Sama gue juga. Ya udah yuk lanjut.

Bahkan anak kecil pun punya rahasia. Sesuatu yang terpendam, yang kemudian mereka tuliskan di dalam buku harian mereka. Yah walaupun terus buku hariannya dibaca sama orangtua atau kakaknya, it’s still a secret. Mau udah kebuka kayak apaan, rahasia tetep rahasia. Rahasia umum, maksudnya.

Sering di 2011, gue ngerasa sedikit teriris ketika gue nanyatentang suatu hal, yang gue nggak tau kalo hal itu rahasia, dan dijawab, “Rahasia!” it’s lame me, you know. Ngebuat gue merasa dungu dan nggak tau apa-apa tentang orang itu. Dan juga annoying. Yah maksud gue, yaelah sampe sebegitunya amat. Walaupun sebenernya gue tau itu kata-kata yang amat biasa, tapi gue sering sebel banget ngedenger itu kata.

Apalagi kalo yang ngomong “Rahasia!” itu orang yang the one who i choose untuk menceritakan apapun rahasia gue. It’s irritating. Very hurts me.
Nah itu dia. Gue juga heran sama diri gue sendiri, nggak bisa apa ya gue nggak mencampuri urusan orang lain dan diam, nggak usah pecicilan mau tau banget. Apa sih emang pentingnya rahasia itu buat gue sampe gue tuh kepo banget? Padahal it’s not my business to get involved in. Sampe orang-orang yang gue kepo-in itu sebel banget sama gue karna keingintahuan gue yang sangat tidak biasa dan menjengkelkan. Wah tau darimana lo han ada yang sebel sama lo? Ya tau aja lah, walaupun yang ngomong itu ngomongnya di belakang, ya pokoknya gue tau. Malah gara-gara kepo itu gue sampe berantem-beranteman haha kocak asli. Penting banget ya emang masalahnya hahahahaha.

Hmm. Akhirnya. Di tahun 2011, gue mendapatkan another life lesson about peoples and secrets. Yaitu, nggak semua orang kayak gue, mau berbagi rahasia. Nggak semua orang suka berbagi rahasia ke gue. Nggak semua orang choose me as the believed one. Nggak semua orang suka mengumbar rahasia dengan gue. Dan orang yang gue percaya sekalipun, orang tempat gue bercerita rahasia gue, bisa memiliki banyak rahasia yang tidak gue ketahui dan satu rahasia yang dia nggak mau gue tau.

It’s life. This is life.


***


Cukup deh main sama rahasia. Mari kita mereview tahun ini.

Januari. Bulan ketujuh perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. D Januari 2011 ini gue nggak pernah ngepost setitik pun. Januari ini juga ada natalan. Persemian pengurus baru. Ngurusin Rohkris bareng Lukas-Sherly-Evan-Naomi-Peres-Thessa-JK-Cava.

Februari. Bulan kedelapan perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Februari banyak kenangan manis. Gue ikut KKRS. Terus lagi kangen-kangennya sama Fireblas7. Lagi sibuk sesibuk-sibuknya kelas XI. Lagi asik ngerjain buku tugas Pak Aryo yang similikiti banget.

Maret. Bulan kesembilan perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Bulan ini jalan-jalan ke UI, pertama kali naik bikun UI, pertama kali makan di KanTek, pertama kali ke kantin FE, ke FIB malem-malem terus ngobrol di candinya, ke gua tempat simulasi penelitian arkeologi, nungguin Kak Riri-Kak Fina-Kak Hanna kayak orang ego di halte, makan bakpau keju maknyus di kober, minum kopi enak di kober, foto di depan perpus teknik. Sibuk juga nyiapin buat AKSI 34 Starmotion dan menggabut. Tubuh juga merana banget gara-gara alergi dan pertama kalinya minum sekaleng susu beruang sampe abis gara-gara sugesti ‘kurang kalsium’. Waktu gue lagi kangen beuds sama jaman SMP. Maret ini gue juga lagi dalam dilemma antara dua hati dan keyakinan. Lagi galau-galaunya, dan lagi suka-sukanya ngedengerin lagu If I ain’t Got You nya Alicia Keys sama yang covered by Maroon 5.

April.
Bulan kesepuluh perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Ada AKSI 34 Starmotion dude, and it was surely awesome! Jadi panitia AKSI bagian dekor. Ikut showcase Rohkris (lagi). Tambah suka sama seseorang. Ujian nasional. April ini banyak remembering AKSI 33 yang “Maaf ya,” dengan tepukan di pundak dan “Kalo bisa gue anterin lo gue anterin pulang deh,” (kyaaaaaaa jadi nostalgia sendiri).

Mei. Bulan kesebelas perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Mei ini adalah Mei di mana gue lagi sayang banget sama P.O.O.P.S, sampe-sampe nge-post tentang kelas ini di blog dan di tumblr. Bulan di mana gue kembali aktif di Tumblr dan Plurk karena merasa kehilangan tempat bercerita yang sebenarnya, juga membuat sebuah blog rahasia khusus curhat nonstop tanpa edit sana sini. Lagi seneng-senengnya nontonin Donghaeng dan mendownload semua flashnya. Dikatain Dandy sebagai cewek galau of the year. Patah hati karena…. mengetahui sebuah kenyataan yang menyakitkan. Patah hati. Sering pingin nangis nggak jelas.

Juni. Bulan terakhir perjuangan kelas XI bersama P.O.O.P.S. Bulan di mana eyang mulai neken gue untuk ngelanjutin sekolah di STAN. Di mana gue lagi sering-seringnya korslet ke diri sendiri dan ke keluarga sama ke Tuhan. Lagi banyak banget masalah di bulan ini. Bulan Juni ini juga daddy gue ulang tahun, dan kembali mengingat sebuah kenyataan yang menyakitkan. Lagi demen ngedengerin There Is None Like You karna liriknya menyentuh. Ngerayain ulang tahun Dhika di rumahnya, makan nasi kuning enak dengan lauk pauk yang enak sama bakso malang yang enak, truth or truth sama P.O.O.P.S, menyesali kenapa dulu gue nggak bersyukur punya kelas ini. Lagi ribet-ribetnya nyiapin drama Saksi ‘Toilet’ Bisu (#SaksiBisyul) dan latian di rumah Egrin sebelom ke rumah Dhika. Deg-degan UAS sama deg-degan nilai rapor.

Juli. Say hello to holiday and kelas XII! Berpisah dengan P.O.O.P.S dan menjadi sedih. Sering nyanyiin lagu Separated, sampe hafal liriknya. Terus Stela ulang tahun, terus dirayain dan rame. Ada eyang juga main ke rumah, wah bulan ini banyak senengnya boy. Terus ketemu Leviousa, what a wonderful! Menyiapkan diklat dan berpisah dengan pengurus. Bersedih-sedihan juga nih gara-gara ini. Pertama kali cuma ngeliatin dan ikut ibadah MOPD. Gini toh rasanya jadi kelas XII. Lagi icip-icip jurusan dan pelajaran mana yang bakal asyik. Lagi ‘separated’.

Agustus. Buka-bukaan rahasia di rumah Thessa. Awal dari segala kegalauan yang ribet di tahun ke duaribu sebelas ini. Awal dari segala nazar yang super anta. Awal dari patah hati dari segala patah hati. Di PHP in walaupun pelakunya nggak sadar lagi ber-PHP. Lagi bulan puasa, otomatis ada PETIR yang kocaknya bukan main. Keinget ada pertanyaan “Sebutkan nama lengkap ketua Rohkris periode 2009/2011!” daaaaaan ditujukan ke Thomas. Sumpah, itu pertanyaan yang sangat bedon. Bulan di mana anak-anak Rohkris pada nge-freakin about CAPAS dan segala Paskib di dunia smansa yang fana ini. Sering ngecengin Lukas-Sherly dan Cava-Yunita.

September. Bulan random segala random. Dikatain random, gila ini lagi malu-malunya abis insiden jerkass dan email random. Galauing month of the year lah. Lagi ribet karena seseorang yang menyebalkan dan sangat kepedean dalam menghadapi hidup dan orang lain. Lagi suka nyanyiin September dan mellow.

Oktober. Tanggal 28, di Hari Sumpah Pemuda, Rohkris MUBES huaaaaang *nangisdidepanlaptop* terus juga Cava jadi ketua selamanya versi 2011. Ayahnya Kak Kenneth meninggal. Sekali lagi kesel sama seseorang yang menyebalkan dan sangat kepedean dalam menghadapi hidup dan orang lain.

November. Ulang tahun mama dan akuuuuuu. Mengingat setahun yang lalu ada SISFAC dan langsung sedih, pingin dinyanyiin ulang tahun lagi sama group 8. Banyak berantem juga sama seseorang yang nyolot dan kepedean. Banyak sakit hatinya bulan ini. Dapet hadiah plus surat unyu dari Indrip dan surat unyu dari Ulfa. Uh soswit sekali mereka. Dinyanyiin selamat ulang tahun sama Rohkris pas Kubu Doa kelas XII. Nungguin ucapan selamat ulang tahun. Dan akhirnya diucapin jam 11 malam gila itu penantian yang sangat epic. Sedih, tapi seneng. Ironis sekali saudara.

Desember. Banyak kekecewaan terhadap sahabat. Baru sadar ini. Dan bulan ini natal. Natal yang bener-bener beda. Perbedaannya sempurna. Aih rasanya pingin nangis. Dan, tidak banyak kata untuk bulan ini.


Banyak hal yang nggak kesampean. Banyak hal yang belum tercapai. Bulan-bulan kemaren, tahun ini, gue banyak diproses melalui orang lain. Menyakitkan, tapi gue percaya itu adalah proses pendewasaan. Seperti kata Samuel Simorangkir, “Masa yang lalu merupakan proses pendewasaan, raih semua mimpi di tahun yang baru, dengan segala ucapan syukur” yap, gue makin kagum aja sama orang ini. Hahahahahaha.

Semangat malam tahun baru semuanya! Tetap selamat! Jangan pernah berhenti mencintaiku, terus bersyukur! Tanggal 1, harus ada resolusi setahun kedepannya! Go go go for Psikologi UI for meeeeh and whatever for you! Smile!




Having enthusiasm,


Hana


p.s. HAH ini adalah suatu bukti kalo gue udah bisa move on hahaha! #ganyambung

0 komentar asoy:

Post a Comment