Saturday, November 5, 2011

Kentang dan Kejahatan

(Taken from Jehezkiel Sandi's note)


***


A: "Jika Tuhan tidak menghendaki kentang ini ada, maka tidak pernah adalah ia."



B: "Jadi sesuatu ada karena dikehendaki Tuhan?"




A: "Benar."




B: "Bagaimana dengan kejahatan? Tuhan menghendakinya juga?"




A: "Mohon kembali ke masalah kentang, karena Anda mulai OOT."




B: "OOT?"




A: "Out Of Topic, keluar dari topik, menurut istilah yang populer di forum-forum internet."




B: "Jelas yang menciptakan istilah itu tidak bisa berbahasa Inggris."




A: "Kenapa?"




B: "Out-Of-Topic itu artinya 'kehabisan-topik', bukan 'keluar-dari-topik'"




A: "Bahasa kan bukan tergantung pada bahasa, melainkan pada pemakainya. Bisa kita kembali ke kentang? Aku bisa menjelaskan pertanyaanmu tadi dengan memakai kentang juga."




B: "Coba."




A: "Tuhan menghendaki kentang itu ada. Kentang itu memiliki bermacam-macam potensi kegunaan. Sebagai makanan, ia bisa direbus, digoreng, ditumis, dan sebagainya. Nah, Tuhan menciptakannya penuh potensi seperti itu, yang membutuhkan pihak kedua untuk mencapai potensi itu. Maksudnya, ayolah, Tuhan tidak mennggoreng kentang di Sorga sana, lalu mengirimkannya ke Bumi setiap ada manusia yang ingin makan kentang goreng. Dia juga tidak menciptakan tanaman kentang goreng. Jadi, kentang ada karena Tuhan menghendaki itu ada, dan di sisi yang sama, tergantung pihak kedua untuk mengolahnya menjadi apa."




B: "Boleh juga, tapi aku belum melihat ada hubungannya dengan kejahatan."




A: "Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Tuhan menciptakan manusia, yang penuh potensi karakter maupun keahlian. Butuh manusia itu sendiri untuk memutuskan apa potensi yang akan dikembangkannya. Kejahatan ada bukan karena Tuhan menciptakannya, melainkan karena pihak manusia yang memilihnya untuk ada. Seperti kentang tadi lho."




B: "Ooh. Ya, bisa diterima. Tapi masih belum menjelaskan kenapa Tuhan menciptakan penyakit. Kuman, virus, dan bakteri kan makhluk hidup, jadi pasti itu ciptaan Tuhan juga.




A: "Penyakit kan bukan kejahatan?"




B: "Iya, tapi itu buruk. Kenapa Tuhan menciptakan yang buruk-buruk?"




A: "Lihat dari sudut pandang siapa?"




B: "Dari sudut pandang kita dooonk! Manusia!"




A: "Bukan manusia yang harus terutama dan diutamakan kan? Coba lihat dari sudut pandang Tuhan."




B: "Apa sudut pandang Tuhan?"




A: "Penyakit adalah alat untuk menguji. Seorang guru bisa tersenyum pada tumpukan soal ujian mendadak yang dibuatnya, tapi murid-muridnya jelas tidak akan tersenyum. Bukankah banyak iman nabi-nabi yang diuji dengan memberi penyakit pada tubuhnya? Bukankah penyakit itu juga menguji iman dan kepedulian orang-orang di sekeliling kita? Tuhan membentuk manusia bukan untuk jadi cengeng, cuma bisa bersyukur saat semua baik-baik saja. Tuhan membentuk manusia untuk menjadi pribadi yang baik dan kuat, layak untuk Sorga-Nya, pantas untuk dibanggakan-Nya."




B: "Hmm.. Entahlah, kau pandai sekali berkata-kata. Akan kupikirkan beberapa hal."




A: "Oke. Habiskan kentang gorengnya. Aku sudah kenyang."




***

0 komentar asoy:

Post a Comment