I enjoy reading books. I mean, I love to read anything--school book is an exception. Sejak kecil.
Pertama kenal buku itu komik. Yep, komik. I was in love with Mbak Dini's bookshelf which was full with books. Setiap ke rumahnya, gue selalu berdiri mematung di depan rak, pingin baca tapi bingung mau baca yang mana. Akhirnya diambilin satu komik sama Mbak Dini: Doraemon vol. 43. Komiknya masih komik jadul, ada sampulnya gitu. Jadi masih cover yang di balik sampulnya ada cover lagi gitu. Nah, komik itu lah yang menjadi komik pertama yang gue punya. Karena kemudian komik itu ga pernah gue balikin.
Bermula dari sana, gue jadi gemar membaca Doraemon. Komik Doraemon yang pertama gue beli adalah Doraemon vol. 45. Saat itu harganya masih Rp 9.500,- saja. Karena waktu itu masih SD dan belom terlalu ngerti koleksi, jadi komik yang tadi itu gue corat-coret. Dan sejak itu, gue mulai beli komik Doraemon yang lain. Tapi beberapa waktu kemudian, gue dikenalin sama komik Detektif Conan oleh ayahnya Fitria, Pak Budi. Ternyata, Pak Budi punya satu lemari rahasia (yang sebelomnya gue pikir lemari baju) yang penuh dengan komik. Hell. Sejak itu, saya langsung addicted dengan komik Conan. Sampe ngegambar-gambar tokohnya segala. Sampe mas pacar waktu itu ngelukis gambar Conan buat pameran #eh #lupakan
Tuaan dikit, bacaan gue mulai bagusan dikit: novel. Pertama dikenalin novel sama Litany. Dia minjemin gue novelnya Meg Cabot yang All American Girl yang sebenernya punya Thea. Pikiran SMP gue berpikir, buku itu keren pake banget! Tapi pikiran SMP gue berpikir lagi, mungkin gue harus nulis novel. A hand-written one. Di buku sidu. Yap. Gue sempet nulis novel itu sampe beberapa chapter sebelum gue sadar, nulis novel pake tangan itu tidak mungkin terjadi. Kebegoan itu terjadi setelah gue baca novel yang dipinjemin Litany (lagi)--tapi kali ini novelnya dia sendiri--Pulling Prince. Bahasa Indonesianya: Menggaet Pangeran.
Berhubung pertama kali baca novel itu teenlit terjemahan, maka waktu gue ke toko buku, gue tergerak untuk membeli teenlit terjemahan. Jadilah gue membeli teenlit untuk pertama kalinya yang berjudul Angus, Thongs and Full-Frontal Snogging. Bahasa Indonesianya: Angus Si Kucing Jutek dan Kursus Ciuman. Yep. Dengan begitu, di umur 13 tahun, gue sudah menjadi ahli (baca: mengetahui tanpa mempraktekkan) french kiss. Dan sedikit bahasa Prancis. Dan Herr Kamyer.
Tuaan dikit lagi, gue kenal sama Dichan. Ternyata dia punya bookshelf yang lebih super dari Mbak Dini di kamarnya. Lebih banyak komik dan lebih banyak novel. Gila. Kemudian hampir tiap minggu gue minjem komik sama Dichan. Terimakasih, Dichan. Aku kangen kamu. Dan kamarmu. O iya, berkat Dichan, aku jadi kenal Sitta Karina dan cowok-cowok Hanafiah yang hermoso.
SMA, gue ketemu Ines. Maka kamudian gue bertualang ke berbagai alam bayangan ciptaan Michael Scott dan menggila dengan Supernova-nya Dewi Lestari. Ketemu Kugy dan Keenan, dan beringasan cari Madre di Jogja. Lalu gue ketemu Anin. Dan gue teracuni oleh vampiri-vampir fantasi yang (katanya) ganteng tapi naksir sama manusia yang tidak mensyukuri hidupnya sendiri. Kemudian ketemu Assifa. Sama aja. Pernah pas disuruh bawa novel buat diresensi, kami bawa novel yang sama: The Sorceress. Hahaha. Tapi dia tidak menularkan kegemarannya baca Cambridge ke gue sih. Atau lebih tepatnya, gue tidak mau tertular. Anyway, dia yang menginspirasi gue untuk membaca buku berbahasa Inggris. Dan menginspirasi gue untuk mendownlad (baca: membajak) e-book.
Kebiasaan baca itu berlanjut sampe sekarang. Berhubung gue kuliah bahasa, gue sekarang juga baca artikel-artikel di BBC dan The Jakarta Post (sok-sokan bisa bahasa Inggris) (padahal mah buat tugas reading). Gue juga suka banget baca kamus, sampe kamus gue terbelah-belah (padahal terbelahnya karna itu kamus KW seharga Rp 10.000,- saja).
Semester empat, gue ketemu And/Or Bookstore. Nirwana di atas Roti Papi di Gejayan. Isinya buku non terjemahan semua. Walaupun bukan buku baru, tapi gue berhasil dapet buku yang masih bagus di sana: All American Girl. Haha sama aja boong ya, beli buku yang udah tau ceritanya begimana. Tapi gak apa-apa. Itu adalah kegiatan yang dilakukan atas paksaan kuliah reading-nya Ms. Wati tercinta untuk meresensi novel luar (walaupun novelnya ga jadi dipake buat tugas Ms. Wati).
Nah di semester lima, gue menemukan surga kecil di Terban: KK. KK itu tempat rental terkece se-Jogja, yang ada cabang-cabangnya segala (yang berarti surganya bercabang). Gue mulai kenal Tris dan Four, dan Percy Jackson, dan Katniss Everdeen. Telat ya baru kenal Katniss pas semester lima? Maapin, maklum, abdi teh teu gahol.
Pokoknya, I love books. Yang sayangnya ga pernah dikadoin buku pas ultah #kodekeras (padahal ga ada yang dikodein).
Nyari e-book gratis,
Hana
P.s. I had a bad feeling. Later, crush came. And his ex came along. Not an ex anymore, huh?
P.s.s. I'm stil listening to Kenny G. like right now tho
P.s.s.s. Khotbah hari ini tentang "golden relationship". Tapi pak.... Relationshipnya ga ada pak....... *guling guling di pojokan*
2019: All About Courage
7 years ago

0 komentar asoy:
Post a Comment