Thursday, January 9, 2014

Tahi Rasa Coklat

Konon katanya, kalo orang lagi jatuh cinta, tahi pun jadi rasa coklat.

Gue akuin hal itu benar adanya.


Siang ini gue emang bener-bener lagi kesengsem sama Kamga. Do you know who he is? Yes, he is the black guy who likes to sing a lot. Duh, telat na lu baru ngefans sama dia sekarang. No, gue bukan ngefans sama dia duma karna dia nyanyi. Gue baru tau kalo dia juga.... nulis.

Asal lo tau, gue sangat tertarik sama seseorang yang 'membaca' dan 'menulis'. Seperti seseorang di masa lalu itu, yang sukanya baca buku Gadjah Mada yang pernah nyemangatin gue kuliah di UGM (oke stop) ya pokoknya yang itu hehehehe. Gue menganggap orang yang 'membaca' dan 'menulis' itu orang yang hebat dan keren. Mereka cerdas sekaligus nyeleneh. Kadang gayanya sengak sih. Tapi tetep. Gue selalu terkagum-kagum sama para 'pembaca' dan 'penulis'. Apalagi kalo cowok, karna jarang gue temuin cowok demen baca sama nulis. Oke maaf. Out of topic.

Dan gue baca tumblr nya Kamga. Ya gue gatau sih dia suka baca apa ngga, tapi gue asumsikan iya (karena selama ini gue pikir semua orang yang suka baca belom tentu suka nulis, tapi orang yang suka nulis sudah pasti suka baca) and I really like this guy. Beberapa tulisan dia bahkan ga cuma bikin gue ketawa-ketiwi, tapi juga ngangguk-ngangguk setuju. Malah bisa dibilang, gue nulis sekarang ini karena terinspirasi dari dia. Cahsik.

Nah back to the first sentence. Kenapa gue akuin hal itu benar? Karena saat ini tetangga sebelah yang kurang ajar itu sedang menyetel stereonya di volume yang bisa bikin setan tobat, and I'm just fine. Really. Gue ga misuh-misuh kaya biasanya. Dan suara dangdut tetangga, yang biasanya seperti tahi, kali ini terasa seperti coklat.



Kesengsem, apa kesemek juga boleh,

Hana

0 komentar asoy:

Post a Comment