Friday, March 22, 2013

Neorago

Dulu,waktu kelas enam gue pernah ikut Perjumsab di sekolahan. Perjumsab bareng anak kelas tujuh di SMP gue yang dulu pas gue kelas enam belom jadi SMP gue. Gue sekelompok sama Dhieska. Yang gue inget dia doang, abis dia ketua kelompoknya haha. Dua hari satu malem, dan pas sabtu paginya suara gue abis seabis abisnya sampe ga bisa mengeluarkan suara apapun saking kecapeannya, padahal harusnya kita ada acara lomba nyanyi kelompok gitu.

Malam sebelumnya, malam sabtu, kita ada Talent Show. Jadi sebelom api unggun setiap kelompok nunjukkin kebolehan dari kelompok itu. Nah waktu itu kelompok kami nampilin drama tentang Kerajaan Singosari. Naskah drama pertama yang gue tulis di hidup gue. Naskah drama itu, anehnya, udah gue tulis lama pas jaman natalan SD. Perjumsab itu acara paskahan, jadi ya sekitar dua sampai tiga bulan sebelomnya naskah itu un ndah ada di buku coretan gue. Kenapa kok gue bisa inget? Karna naskah drama jayus itu terinspirasi dari naskah drama yang lebih jayus lagi tentang Kerajaan Kutai yang ditulis oleh seorang anak kelas 5B. Waktu lagi latihan koor, dan karna kebosenan akhirnya gue merogoh laci dan gue nemuin kertas lecek bertuliskan naskah drama Kutai itu, yang rajanya mati karena sakit perut. Sumpah, gue masih inget. Gue masih inget tulisan tangannya yang sampai saat ini mungkin masih bisa gue identifikasi kalo gue liat lagi. Dan bertahun-tahun setelah gue bertemu dengan naskah drama itu, gue ketemu dengan tulisan tangan yang sama saat gue sma. Lima tahun sesudahnya. Gue kelas sebelas. Jadi, akhirnya, gue ketemu dengan tulisan itu lagi waktu jaman mopd angkatan 34 waktu lagi penyegaran rohani.

Sampai saat tulisan ini diketik, ga ada seorang pun yang tau asal-usul drama Singosari yang jayus itu. Tidak Dhieska, tidak Pak Poniman, tidak Bu Suwarni, tidak juga si penulis naskah Kutai itu. Bahkan setelah gue menulis naskah-naskah lainnya, juga setelah si penulis itu menulis di hati gue, dan akhirnya menulis di hati sahabat gue.

Entah apa ini namanya. Sweet coincidence, atau wrong fate. Mungkin jade emperor lagi mabuk waktu gue kelas enam sampe kelas sebelas ya.

Dan setelah semuanya terjadi, malah muncul ingatan yang aneh ini. Dan iTunes pun memutar lagu Memeluk Bulan-nya Rossa. Haha. Jade emperor sudah sadarkan diri.




Arasseo,


Hana

p.s. buat sang penulis naskah yang menginspirasi. Terima kasih sudah menjadi inspirasi bagi saya sejak saya duduk di kelas enam sampai sekarang. Bahkan sebelum kita benar-benar saling mengenal lima tahun kemudian, saya ingat, saya sudah mengetahui namamu dan mengenal tulisanmu. Tidak berharap kamu membaca tulisan ini. Semoga selalu bahagia dengan sahabat saya; saya dari sini mendoakanmu. Semoga suatu hari nanti di kehidupan yang lain, or in another universe, kita bisa bertemu lagi dengan keadaan yang berbeda, dan semoga kamu masih mengingat saya.

0 komentar asoy:

Post a Comment